Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?

Pemprov Sumsel tetap andalkan penyemaian dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk atasi karhutla dan kabut asap, meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Tasmalinda
Minggu, 01 November 2026 | 21:35 WIB
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
Hujan sudah turun, Karhutla Sumsel belum tuntas, seberapa efektif Dry Ice dan OMC?
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melanjutkan penyemaian dry ice dan modifikasi cuaca untuk mengatasi karhutla.
  • BMKG mencatat operasi hingga 22 Oktober mencakup 18 sorti penerbangan menggunakan dry ice dan garam NaCl.
  • Gubernur Herman Deru menyatakan penanganan karhutla di dua juta hektare gambut harus terus dilanjutkan.

SuaraSumsel.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih mengandalkan teknologi penyemaian dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini tetap dilanjutkan meskipun hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah.

Namun, di tengah upaya tersebut, persoalan penting yang perlu dijawab adalah seberapa efektif teknologi modifikasi cuaca dalam mengurangi kabut asap dan membantu mengendalikan karhutla yang berulang di Sumatera Selatan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pemerintah daerah tidak ingin lengah meskipun sejumlah kawasan mulai diguyur hujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca diperkirakan masih berpotensi kembali kering sebelum musim hujan berlangsung lebih merata pada akhir November hingga awal Desember 2026.

"Kita tidak boleh lengah meskipun sekarang sudah mulai turun hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, masih ada potensi cuaca kembali kering sehingga penanganan karhutla melalui berbagai upaya tetap harus dilanjutkan," kata Herman Deru setelah meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026).

Baca Juga:Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Menurut Herman Deru, penyemaian dry ice dilakukan dengan mengerahkan satu unit pesawat. Sementara pelaksanaan OMC didukung dua pesawat Hercules untuk membantu distribusi dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di atmosfer sekaligus meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah terdampak karhutla.

Dry ice bukan pemadam kebakaran, bagaimana cara kerjanya?
Penggunaan dry ice dalam penanganan kabut asap menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla Sumatera Selatan tahun ini.

Berdasarkan penjelasan BMKG, penyemaian dry ice atau es kering diarahkan untuk membantu mengganggu lapisan inversi atmosfer. Lapisan ini dapat menyebabkan asap dan polutan terperangkap di dekat permukaan sehingga konsentrasinya meningkat.

Dalam kondisi inversi, udara yang lebih hangat berada di atas lapisan udara lebih dingin dekat permukaan. Situasi tersebut menghambat pergerakan udara secara vertikal sehingga asap sulit terdispersi.

Baca Juga:Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Melalui penyemaian dry ice, BMKG berupaya memengaruhi kondisi suhu atmosfer agar lapisan inversi melemah. Dengan demikian, asap diharapkan dapat terdispersi dan peluang pertumbuhan awan hujan meningkat.

Namun, teknologi ini bukan metode untuk memadamkan api secara langsung. Pemadaman sumber kebakaran tetap membutuhkan penanganan petugas di darat maupun dukungan operasi udara.

Artinya, keberhasilan penyemaian dry ice tidak bisa hanya dinilai dari terlaksananya penerbangan atau jumlah bahan yang disemai. Perlu ada evaluasi mengenai perubahan kondisi atmosfer, konsentrasi asap, kualitas udara, dan dampaknya terhadap masyarakat.

OMC bergantung pada kondisi atmosfer

Selain penyemaian dry ice, pemerintah juga melanjutkan OMC menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung pembentukan hujan.

BMKG sebelumnya menjelaskan bahwa penggunaan dry ice dan NaCl memiliki tujuan berbeda dalam operasi modifikasi cuaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak