Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Pemerintah dorong 43 perusahaan konsesi pulihkan gambut dan segel 12 perusahaan di Sumsel. Publik menanti transparansi dan pengawasan ketat cegah karhutla berulang.

Tasmalinda
Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB
Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?
Karhutla Sumsel berulang, 43 perusahaan pemegang konsesi didorong pulihkan gambut, siapa mengawasi?
Baca 10 detik
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Ogan Komering Ilir pada 1 November 2026.
  • Kementerian Lingkungan Hidup mendorong 43 perusahaan konsesi membangun infrastruktur pembasahan gambut serta menyegel 12 perusahaan di Sumatera Selatan.
  • Keberhasilan pencegahan kebakaran hutan bergantung pada pemeliharaan infrastruktur, pengawasan ketat perusahaan, dan transparansi pemerintah.

SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di Sumatera Selatan kembali memperlihatkan persoalan mendasar dalam perlindungan ekosistem gambut. Pemerintah kini mendorong pemulihan tata air melalui pembangunan sekat kanal dan pompa untuk menjaga lahan tetap basah. Namun, efektivitas program ini akan sangat bergantung pada pengawasan dan keseriusan perusahaan pemegang konsesi dalam menjalankan kewajiban lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mendorong penguatan mitigasi karhutla melalui pemulihan tata air gambut saat meninjau lokasi kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu (1/11/2026).

Salah satu upaya yang disiapkan adalah penerapan metode water intake, yakni memanfaatkan sumber air dari sungai untuk dialirkan kembali ke kawasan gambut. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelembapan lahan sehingga tidak mudah terbakar saat musim kemarau.

Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan pembangunan sekat kanal untuk menahan air agar tidak cepat terbuang dari kawasan gambut.

Baca Juga:PT RAS Jadi Tersangka Karhutla, Polda Sumsel Tangani 20 Perkara yang Melibatkan Korporasi

Jumhur mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan satuan tugas dan masyarakat melalui kegiatan gotong royong juga perlu diperkuat.

"Harapannya, pada tahun depan langkah-langkah pencegahan yang kita lakukan sekarang dapat membantu mencegah terjadinya karhutla," ujarnya.

Namun, pemulihan tata air gambut bukan pekerjaan sederhana. Infrastruktur yang dibangun harus dipastikan berfungsi, dirawat, dan diawasi secara berkala. Terlebih, sebagian kawasan gambut berada dalam wilayah konsesi perusahaan kehutanan dan perkebunan yang memiliki kewajiban pengelolaan lingkungan.

43 perusahaan pemegang konsesi diminta ikut memulihkan gambut

Keterlibatan perusahaan menjadi salah satu isu penting dalam agenda pencegahan karhutla di Sumatera Selatan. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) sebelumnya telah berkoordinasi dengan 43 perusahaan swasta pemegang konsesi di wilayah terdampak karhutla di Sumsel.

Baca Juga:Gambut Sumsel Terbakar 99.906 Hektar, Pemuda Desak Pemerintah Buka Data dan Tindak Pelanggaran

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyampaikan perusahaan-perusahaan tersebut didorong berkontribusi membangun infrastruktur pembasahan gambut, mulai dari sekat kanal hingga pompa sentrifugal untuk mengalirkan air dari sungai.

Menurut Diaz, pemerintah telah memetakan lokasi pembangunan infrastruktur dan berkomunikasi dengan perusahaan terkait. Dalam koordinasi tersebut, perusahaan pada prinsipnya menyatakan kesediaan untuk berkontribusi.

Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat menjaga tinggi muka air tanah, terutama di kawasan gambut yang rentan mengering saat musim kemarau.

Meski demikian, komitmen 43 perusahaan tersebut perlu diikuti keterbukaan mengenai pelaksanaannya. Publik perlu mengetahui perusahaan mana saja yang terlibat, lokasi pembangunan, jumlah infrastruktur yang disiapkan, hingga target penyelesaian.

Pernyataan kesediaan berkontribusi belum cukup untuk menunjukkan keberhasilan pemulihan. Perlu ada indikator yang dapat diukur, termasuk kondisi tinggi muka air tanah dan keberlanjutan fungsi sekat kanal setelah dibangun.

Sebanyak 12 perusahaan di Sumsel telah disegel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak