- Program GENsi di Universitas Sriwijaya, Palembang, melatih ratusan mahasiswa literasi digital, keamanan siber, dan pemanfaatan AI bertanggung jawab.
- Pemerintah menyiapkan PP TUNAS sebagai hukum perlindungan digital bagi remaja sejalan dengan penguatan talenta melalui program Komdigi.
- Nokia menggarisbawahi bahwa dunia memasuki super-cycle AI; pelatihan GENsi mencakup proyek mini AI praktis dan etika.
SuaraSumsel.id - Dunia teknologi global tengah bergerak cepat memasuki fase super-cycle artificial intelligence (AI), sebuah periode di mana kecerdasan buatan tak lagi sekadar aplikasi, melainkan fondasi baru dalam kehidupan digital. Di tengah perubahan besar ini, pemerintah dan industri mulai mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengambil peran di era AI.
Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui program GENsi (Generasi Terkoneksi) yang digelar di Universitas Sriwijaya, Palembang, Selasa (3/2/2026).
Program ini merupakan kolaborasi antara Komdigi melalui BPPTIK, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Nokia, dengan melibatkan perguruan tinggi serta mitra komunitas. Ratusan mahasiswa mengikuti pelatihan literasi digital, keamanan siber, hingga pengenalan dan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
Kepala BPPTIK Komdigi, Hamdani Pratama, menegaskan bahwa penguatan kapasitas digital generasi muda juga harus dibarengi dengan perlindungan di ruang digital.
Baca Juga:Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
“Pemerintah telah menyiapkan PP TUNAS sebagai payung hukum perlindungan anak dan remaja di ekosistem digital. Regulasi ini memastikan generasi muda terlindungi dari berbagai risiko digital,” ujar Hamdani.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa regulasi tidak berdiri sendiri.
“Kami tidak ingin berhenti di regulasi. Karena itu, Komdigi juga mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui program-program penguatan talenta digital,” katanya.
Hamdani menilai Sumatera Selatan, khususnya Palembang, masih memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi dan keterampilan digital masyarakat.
“Di Sumatera Selatan, masih banyak ruang yang bisa digarap. Melalui program seperti GENsi, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak muda,” ujarnya.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI
Sebagai tolok ukur, Komdigi menggunakan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), dengan fokus pada aspek sumber daya manusia, terutama pilar pemberdayaan dan pilar pekerjaan yang dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Dari sisi teknologi, AI/ML Subject Matter Expert Nokia Indonesia, Dimas Sumantri, menyebut dunia kini telah memasuki fase super-cycle AI, setelah sebelumnya berada pada era super-cycle internet.
“AI kini menjadi bagian dari infrastruktur digital. Tantangannya adalah bagaimana menyiapkan sistem agar AI bisa berjalan secara real-time dan memberi manfaat luas,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan GENsi, mahasiswa tidak hanya menerima materi tentang keamanan digital dan etika AI, tetapi juga diajak membangun proyek mini berbasis low/no-code, seperti chatbot dan solusi AI sederhana yang relevan dengan persoalan kampus maupun masyarakat.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, Samsuryadi, Ph.D., menilai pendekatan ini memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana teknologi dapat digunakan secara bertanggung jawab dan berdampak,” ujarnya.