facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mendag: Minyak Goreng Kemasan Murah Diproduksi Pekan Ini

Tasmalinda Kamis, 06 Januari 2022 | 06:35 WIB

Mendag: Minyak Goreng Kemasan Murah Diproduksi Pekan Ini
Ilustrasi minyak goreng. Mendag: Minyak Goreng Kemasan Murah Diproduksi Pekan Ini [Shutterstock]

Minyak goreng murah akan diproduksi pekan ini.

SuaraSumsel.id - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memastikan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per liter direncanakan bakal diproduksi pekan ini.

“Kita akan mulai mudah-mudahan produksi akan segera berlangsung tidak akan lebih lama dari pada awal minggu depan, mudah-mudahan akhir minggu ini sudah mulai,” kata Mendag Lutfi saat Konferensi Pers daring, Rabu.

Lutfi menyampaikan penyediaan minyak goreng harga murah tersebut melibatkan setidaknya 70 industri minyak goreng dan 225 packer.

"Namun untuk penyediaan awal, pemerintah akan bekerja sama dengan lima industri minyak goreng besar," sambungnya.

Baca Juga: Tak Penuhi Panggilan Jaksa, Pejabat Divisi Kredit Bank Sumsel Babel Dijemput Paksa

“Kita akan meminta lima dulu yang mayor yang besar untuk segera mengalokasikan untuk minyak goreng kemasan sederhana ini untuk bisa jalan,” ujarnya.

Distribusi minyak goreng tersebut akan dapat menjangkau seluruh pasar yang dipantau oleh Kementerian Perdagangan pada akhir minggu depan.

“Mudah-mudahan ini dapat memberikan harga minyak goreng yang terjangkau oleh masyarakat dan mudah-mudahan bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan nilai aman karena bentuk daripada penyaluran minyak goreng ini minyak goreng kemasan sederhana,” kata Lutfi.

Kendati menyediakan minyak goreng kemasan sederhana, Lutfi menegaskan bahwa pihaknya masih akan tetap mempertahankan minyak goreng kemasan premium.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrachman menyampaikan bahwa pihaknya ditugasi untuk menutup selisih harga antara harga pasar dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh menteri perdagangan.

Baca Juga: Dua Bupati Daerah Penghasil Batubara di Sumsel Dukung Larangan Ekspor Diterapkan

“Dengan dana kurang lebih sebesar Rp3,6 triliun termasuk PPN, perlu saya informasikan bahwa Alhamdulillah kondisi dana dari BPDPKS untuk bisa mendanai program ini InsyaAllah bisa dilakukan yang sampai dengan 6 bulan,” katanya. (ANTARA)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait