alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menilik Pembuatan Kerupuk Keriting Khas Palembang

Ronald Seger Prabowo Rabu, 12 Mei 2021 | 11:02 WIB

Menilik Pembuatan Kerupuk Keriting Khas Palembang
Produksi kerupuk keriting khas Palembang berada di Desa Air itam, Kabupaten Sirah Pulau Padang, OKI, Sumatera Selatan.[Suara.com/Fitria]

Kerupuk dan kemplang sudah dianggap makanan pelengkap yang penting saat menyantap makanan berat di Palembang.

SuaraSumsel.id - Kota Palembang terkenal dengan aneka makanan khas yang nikmat, khususnya makanan olahan ikan. Seperti mpek-mpek, tekwan, kemplang, kerupuk dan lainnya.

Kerupuk bukan lagi makanan asing di telinga masyarakat Indonesia, apalagi Palembang. Kerupuk dan kemplang sudah dianggap makanan pelengkap yang penting saat menyantap makanan berat.

Dari banyaknya jenis kerupuk, kerupuk yang sering ditemui di meja makan ialah kerupuk keriting, atau ada juga yang menyebutnya kerupuk kembang karena bentuknya yang menyerupai kelopak bunga.

Salah satu tempat produksi kerupuk keriting khas Palembang berada di Desa Air itam, Kabupaten Sirah Pulau Padang, OKI, Sumatera Selatan. Pabrik kerupuk ini sudah memperkerjakan 23 karyawan yang sudah punyai bagian masing-masing untuk mengolah kerupuk.

Baca Juga: Tetap Gelar Salat Id, Masjid Agung Palembang Batasi Hanya 2.000 Jemaah

Annisa, sebagai pemilik usaha kerupuk memberi nama kerupuk produksinya “Bunda”. Dirinya menyebutkan semua proses pembuatan kerupuknya masih berjalan secara manual atau mengunnakan tenaga manusia mulai dari menghaluskan daging ikan hingga mengemas kerupuk. Annisa menyebutkan untuk membuat kerupuk keriting, dirinya memilih ikan laut ketimbang ikan air tawar.

“Biasanya kita pakai ikan laut seperti ikan sarden, kalau air tawar nanti hasil kerupuknya agak hitam,” ungkapnya, Selasa (20/4/2021).

Untuk satu kali produksi kerupuk bunda biasanya menghabiskan 8 kg ikan yang kemudian bisa menghasilkan tiga kwintal kerupuk siap makan. Selain ikan laut, bahan yang digunakan hampir sama seperti pembuatan mpek-mpek yang juga memakai tepung tapioka dan penyedap namun dengan tambahan tepung beras.

“Tahap pertama, kalau sudah dbersihkan ikan direbus dulu hingga tulangnya lepas baru kemudian diisar (dihaluskan),” kata Annisa menyampaikan proses pembuatan kerupuk keriting.

Usai dari situ barulah ikan dengan bahan-bahannya dicampurkan dan langsung dicetak menjadi keriting-keriting secara manual dengan bantuan lempengan kecil yang terdapat lubang-lubang kecil.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Palembang, Selasa 11 Mei 2021

“Melalui lubang-lubang inilah nanti adonan yang keluar bisa menjadi keriting-keriting, dikerjakan manual juga," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait