- Zelvan Ramadhan telah menggunakan nomor IM3 yang sama sejak tahun 2012 untuk mendukung aktivitas digitalnya.
- Konektivitas internet berperan penting dalam membantu Zelvan bertransformasi dari seorang siswa hingga menjadi pekerja lepas profesional.
- Indosat melalui brand Tri terus memperkuat jaringan di Palembang guna mendukung produktivitas kerja dan beragam kebutuhan digital.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang dikutip dalam pemberitaan SuaraSumsel.id menunjukkan hampir sembilan dari sepuluh penduduk Palembang telah menggunakan telepon genggam dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi itu menggambarkan betapa dekatnya teknologi digital dengan kehidupan masyarakat.
Perubahan perilaku tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap konektivitas yang semakin kuat dan luas. Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri terus memperkuat jaringan dan pengalaman digital pelanggan di Palembang.
Dalam kegiatan Jelajah Tri Palembang, jaringan Tri disebut telah menjangkau hampir 100 persen populasi Kota Palembang. Penguatan konektivitas tersebut diharapkan dapat mendukung beragam kebutuhan masyarakat, dari aktivitas sehari-hari hingga perkembangan gaming dan pemanfaatan teknologi AI.
Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, sebelumnya mengatakan kebutuhan internet masyarakat terus berkembang. Pengguna tidak lagi sekadar membutuhkan koneksi untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk berbagai aktivitas digital yang semakin kompleks.
Baca Juga:Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
"Perkembangan teknologi AI makin dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membantu mencari ide, menyusun materi presentasi, membuat desain promosi, hingga mendukung produktivitas kerja dan belajar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa internet kini bukan sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi jembatan menuju berbagai peluang baru," ucapnya belum lama ini.
Bagi generasi muda seperti Zelvan, transformasi itu bukan sesuatu yang hanya dapat dibaca melalui angka statistik. Ia mengalaminya sendiri.
Dari seorang siswa SMP di Muara Enim yang mulai menggunakan sebuah nomor pada 2012, menjadi mahasiswa yang mencari ilmu melalui Google Scholar, jurnal, YouTube dan buku daring, hingga kini menjadi freelancer yang memanfaatkan internet untuk mendukung pekerjaannya.
Hampir 14 tahun berlalu. Teknologi berubah. Cara belajar berubah. Cara bekerja pun berubah. Namun nomor yang dibeli Zelvan saat masih mengenakan seragam SMP tetap bertahan hingga hari ini. Di balik nomor itu tersimpan sebuah perjalanan sederhana tentang bagaimana konektivitas menemani seseorang bertumbuh, belajar, dan akhirnya mencari penghasilan di era digital.
Sebab bagi Zelvan, internet kini bukan lagi sekadar tentang berapa gigabyte kuota yang tersisa di layar ponsel. Internet adalah akses menuju pengetahuan, pekerjaan, dan kesempatan untuk terus bergerak maju. Dan sebuah nomor yang tak pernah berganti sejak 2012 menjadi saksi dari semua perjalanan itu.
Baca Juga:Internet Jadi Kebutuhan Harian, Tri Bidik Pengguna Gaming dan AI di Palembang