- PT Pertamina Geothermal Energy memulai pengeboran sumur LMB-19.3 di Muara Enim sedalam 2.500 meter menggunakan rig GDAP#123.
- Proyek ini bertujuan mengembangkan PLTP Lumut Balai Unit 3 agar menghasilkan tambahan energi listrik bersih sebesar 55 MW.
- Pembangkit listrik Unit 3 tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2030 untuk mendukung bauran energi nasional.
SuaraSumsel.id - Perut bumi Muara Enim akan dibor hingga kedalaman sekitar 2.500 meter untuk mencari sumber energi panas bumi yang kelak ditargetkan menghasilkan tambahan listrik bersih sebesar 55 megawatt (MW).
Pengeboran dilakukan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) melalui Sumur LMB-19.3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Sumur ini menjadi bagian penting dari pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2030.
Berbeda dari dua unit sebelumnya yang telah lebih dahulu menghasilkan listrik, Unit 3 kini memasuki salah satu tahapan penting pengembangan melalui pengeboran sumur. Pekerjaan tersebut menggunakan rig GDAP#123 dengan target kedalaman mencapai 2.500 meter.
PGE Area Lumut Balai sebelumnya menargetkan pengeboran Sumur LMB-19.3 rampung dalam waktu sekitar 43 hari. Proses dimulainya pekerjaan ditandai dengan doa bersama dan syukuran yang dihadiri jajaran manajemen, tim proyek Unit 3 dan 4, mitra kerja, tokoh agama serta masyarakat sekitar.
Baca Juga:KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
Project Manager Unit 3 & 4 PGE, Heri Susanto, mengatakan pengeboran LMB-19.3 menjadi tahapan strategis dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3. "Pengeboran Sumur LMB-19.3 merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 sekaligus memperkuat kontribusi PGE terhadap pencapaian target bauran energi nasional," ujar Heri Susanto.
Menurutnya, keberhasilan proyek membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur kerja serta komitmen terhadap aspek keselamatan, kualitas dan keberlanjutan.
"Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan aman, lancar, tepat waktu, serta memberikan hasil yang optimal," katanya.
Mengapa Sumur LMB-19.3 Dibor hingga Kedalaman 2.500 Meter?
Pengeboran LMB-19.3 menjadi pintu masuk untuk mengoptimalkan potensi panas bumi di kawasan Lumut Balai. Target kedalaman mencapai 2.500 meter menjadi salah satu fakta yang membedakan sumur ini sekaligus menunjukkan skala pekerjaan yang dilakukan di bawah permukaan bumi Muara Enim.
Baca Juga:BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK
Panas bumi merupakan sumber energi yang berasal dari panas alami di dalam bumi. Dalam pengembangan pembangkit listrik, panas dari reservoir bawah tanah dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik.
Jika seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai jadwal, PLTP Lumut Balai Unit 3 ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2030 dengan kapasitas 55 MW.
Dari Unit 1 hingga Unit 3, Lumut Balai Terus Tambah Kapasitas Listrik
Pengembangan Unit 3 bukan proyek pertama PGE di kawasan Lumut Balai. PLTP Lumut Balai Unit 1 telah beroperasi sejak September 2019, disusul Unit 2 yang mulai beroperasi pada Juni 2025.
Dua unit tersebut memiliki kapasitas gabungan 2x55 MW atau 110 MW.
Dengan tambahan Unit 3 sebesar 55 MW, tiga unit PLTP Lumut Balai nantinya berpotensi memiliki kapasitas gabungan mencapai 165 MW apabila seluruhnya telah beroperasi.