Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok

Budaya kopi di Palembang terbentuk melalui sejarah panjang pertemuan berbagai peradaban dunia di kawasan Sungai Musi.

Tasmalinda
Minggu, 14 Juni 2026 | 14:31 WIB
Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok
Ternyata budaya kopi Palembang dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok
Baca 10 detik
  • Budaya kopi di Palembang terbentuk melalui sejarah panjang pertemuan berbagai peradaban dunia di kawasan Sungai Musi.
  • Pengaruh budaya Arab, India, Persia, dan Tiongkok berpadu menciptakan tradisi unik menikmati kopi bersama roti tradisional.
  • Gelaran Masak Tepi Sungai 2026 akan mengangkat sejarah tradisi kopi tersebut di Kampung Perigi, Kota Palembang.

SuaraSumsel.id - Bagi banyak orang, kopi hanyalah minuman yang menemani pagi atau menjadi teman berbincang di warung dan kedai. Namun di Palembang, secangkir kopi menyimpan cerita yang jauh lebih panjang. Di balik aroma kopi yang mengepul, tersimpan jejak pertemuan berbagai bangsa yang telah berabad-abad singgah di kota tepian Sungai Musi ini.

Tak banyak yang menyadari bahwa budaya kopi Palembang yang dikenal hingga sekarang ternyata dibentuk oleh pengaruh Arab, India, Persia, hingga Tiongkok. Jejak peradaban itu tidak hanya terlihat dari cara masyarakat menikmati kopi, tetapi juga dari makanan pendamping, tradisi berkumpul, hingga istilah yang digunakan untuk menyebut kopi itu sendiri.

Fakta menarik ini akan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan Masak Tepi Sungai 2026: Kopi & Roti yang digelar di Kampung Perigi pada 20-21 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan sejumlah pegiat budaya, sejarawan, pemerhati kopi, hingga warga kampung tua yang akan berbagi kisah mengenai hubungan panjang antara Palembang dan budaya kopi.

Menurut Laila Dimyati, pemegang sertifikasi Evolved Q Grader dan juri kopi bersertifikat ICE, posisi Palembang sejak masa lampau menjadikannya titik pertemuan berbagai kebudayaan besar dunia.

Baca Juga:Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang

"Palembang telah ada sejak 14 abad yang lalu. Sejak awal berdirinya, Palembang menerima kehadiran berbagai kebudayaan besar yang datang untuk berdagang, mulai dari Tiongkok, India, Arab hingga Persia," demikian gambaran yang akan dibahas Laila dalam sesi khusus mengenai budaya kopi Palembang.

Sebagai kota pelabuhan penting sejak era Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam, Palembang menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai penjuru dunia. Pertemuan tersebut melahirkan akulturasi budaya yang unik, termasuk dalam tradisi minum kopi.

Salah satu pengaruh yang masih bisa ditemukan hingga kini berasal dari komunitas Arab. Abu Bakar Syukri, pegiat kopi yang berasal dari Kampung Al-Munawwar, akan mengisahkan bagaimana masyarakat peranakan Arab di Palembang menikmati kopi sebagai bagian dari tradisi sosial dan keagamaan mereka. Menariknya, di daerah hulu Sumatera Selatan, kopi dikenal dengan istilah kawe, yang diduga berasal dari kata Qahwah, sebutan kopi dalam bahasa Arab. Fakta linguistik ini menjadi petunjuk kuat bahwa masyarakat di wilayah hulu kemungkinan mengenal kopi secara langsung melalui jaringan perdagangan Arab yang masuk ke Palembang berabad-abad lalu.

Pengaruh India juga memiliki tempat tersendiri dalam sejarah kopi Palembang. Fotografer dan pemilik restoran Teh Aba, Obay Minoral, akan membagikan kisah tentang toko-toko kopi yang dibangun komunitas peranakan India di kawasan Plaju. Kehadiran mereka tidak hanya memperkenalkan budaya kedai kopi, tetapi juga menu-menu khas yang hingga kini masih dikenal masyarakat, salah satunya martabak telur dengan kuah kari. Perpaduan kopi dan hidangan bercita rasa India menjadi bagian dari identitas kuliner Palembang yang unik dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.

Sementara itu, budaya minum kopi di Palembang hampir tidak pernah terpisah dari roti dan kue. Sejarawan RM Ali Hanafiah menjelaskan bahwa beragam jenis roti dan kue yang menjadi teman minum kopi mencerminkan kekayaan budaya kuliner Palembang. Keberadaan bolu, kue-kue tradisional, hingga aneka roti menunjukkan bagaimana berbagai pengaruh budaya melebur menjadi tradisi yang terus bertahan hingga sekarang.

Baca Juga:Bank Sumsel Babel Dukung Palembang Great Sale 2026, Ada Promo QRIS BSB Mobile

Di kawasan kampung tua dekat Sungai Sekanak, tradisi itu masih hidup dalam ingatan masyarakat. Mardho Tilla, yang dikenal sebagai Mardho Harum, akan berbagi cerita mengenai kebiasaan orang-orang tua di kampung tersebut menikmati kopi pada masa lalu. Bukan sekadar minuman, kopi menjadi sarana berkumpul, bertukar kabar, membicarakan kehidupan kampung, hingga mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.

Jika ditarik lebih jauh, tradisi tersebut menunjukkan bahwa kopi di Palembang tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu hadir bersama cerita, makanan, perdagangan, dan perjumpaan budaya. Dari para pedagang Arab yang membawa istilah qahwah, komunitas India yang membangun toko kopi, hingga pengaruh Tiongkok dan Persia yang turut membentuk wajah kota dagang di tepian Musi, semuanya meninggalkan jejak dalam secangkir kopi yang dinikmati masyarakat hari ini.

Karena itulah, memahami sejarah kopi Palembang sejatinya sama dengan memahami sejarah kota itu sendiri. Secangkir kopi bukan hanya soal rasa, melainkan warisan panjang dari perjalanan peradaban yang telah berlangsung selama ratusan tahun di salah satu kota tertua di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak