- Event Masak Tepi Sungai 2026 akan digelar di Kampung Perigi, Palembang, pada 20 hingga 21 Juni mendatang.
- Kegiatan ini mengangkat tema Kopi dan Roti untuk memperkenalkan sejarah panjang budaya minum kopi masyarakat lokal Palembang.
- Acara bertujuan melestarikan warisan budaya serta mengenalkan identitas sejarah kota melalui diskusi tradisi kopi dan kuliner khas.
SuaraSumsel.id - Di tengah menjamurnya coffee shop modern, Palembang ternyata menyimpan sejarah panjang tentang budaya minum kopi yang sudah hidup sejak ratusan tahun lalu.
Tradisi itu kini kembali diangkat lewat event budaya “Masak Tepi Sungai 2026” yang tahun ini mengusung tema “Kopi & Roti”. Acara tersebut akan digelar pada 20–21 Juni 2026 di Kampung Perigi, kawasan tua di 2 Ulu Palembang yang sarat sejarah dan budaya lokal.
Bukan sekadar festival kuliner biasa, Masak Tepi Sungai tahun kelima ini mencoba mengajak masyarakat mengenal kembali bagaimana kopi pernah menjadi bagian penting dari identitas Palembang.
Humas dan publikasi Sahabat Cagar Budaya Palembang, Rahma Annisa mengatakan, Palembang memiliki hubungan panjang dengan kopi sejak masa kolonial.
Baca Juga:Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
“Palembang adalah kota perdagangan tua. Kopi dari daerah hulu dibawa ke Palembang sebelum dikirim ke berbagai daerah bahkan ke Eropa,” ujarnya.
Tradisi minum kopi di Palembang berkembang unik karena dipengaruhi banyak etnis yang telah lama hidup di kota tersebut. Setiap etnis membawa budaya ngopinya sendiri. Itu yang membuat tradisi kopi Palembang sangat kaya,” katanya.
Dalam rilis kegiatan disebutkan Sumatera Selatan bahkan menyumbang 26,81 persen produksi kopi nasional pada 2025 lalu.
Palembang Pernah Dipenuhi Aroma Kopi
Pada awal 1900-an, aktivitas perdagangan kopi berkembang sangat pesat di Palembang.
Baca Juga:5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
Kala itu, banyak pedagang kopi membangun gudang, toko, hingga pabrik kopi di kawasan kota lama. Aroma kopi disebut menyebar hampir ke seluruh penjuru kota.
“Orang sekarang mungkin mengenal coffee shop modern, tapi budaya minum kopi di Palembang sebenarnya sudah hidup jauh sebelumnya,” kata Robby.
Ia menilai tradisi tersebut perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Kenapa Orang Palembang Minum Kopi Pakai Roti?
Salah satu hal menarik yang diangkat dalam Masak Tepi Sungai 2026 adalah tradisi makan roti saat minum kopi.
Bagi masyarakat Palembang, roti bukan sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari budaya minum kopi yang diwariskan turun-temurun.