- Perahu mahasiswa KKN Unpari menabrak kayu dan terbalik di Sungai Rawas, Muratara, pada Senin, 27 Juli 2026.
- Mahasiswa bernama Abdul Hadi Rohmadin tewas tenggelam karena diduga tidak bisa berenang, sementara tiga rekannya selamat.
- Jenazah korban berhasil ditemukan satu jam kemudian dan langsung dievakuasi menuju rumah duka di Kecamatan Nibung.
SuaraSumsel.id - Musibah yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Silampari (Unpari) Lubuklinggau di Sungai Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyisakan duka mendalam. Dari empat mahasiswa yang tercebur setelah perahu atau ketek yang mereka tumpangi terbalik, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya selamat.
Berikut lima fakta yang diketahui hingga Selasa (28/7/2026).
1. Perahu Terbalik Setelah Menabrak Batang Kayu
Peristiwa terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 14.40 WIB di Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo.
Kapolsek Karang Dapo Iptu Rusdan mengatakan ketek yang ditumpangi mahasiswa menabrak sebatang kayu yang berada di dalam Sungai Rawas sehingga kehilangan keseimbangan dan terbalik.
Baca Juga:Perahu Mahasiswa KKN Terbalik di Muratara, Begini Kronologi hingga Satu Korban Hilang
2. Tiga Mahasiswa Selamat, Satu Korban Tenggelam
Akibat perahu terbalik, seluruh penumpang tercebur ke sungai.
Tiga mahasiswa bersama dua warga yang berada di perahu berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu mahasiswa hilang terbawa arus sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
3. Korban Bernama Abdul Hadi Rohmadin
Korban yang meninggal diketahui bernama Abdul Hadi Rohmadin (21), mahasiswa semester VII Program Studi Teknologi Informasi Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau.
Jenazah ditemukan sekitar satu jam setelah kejadian, lalu dievakuasi ke puskesmas sebelum dibawa ke rumah duka di Kecamatan Nibung.
4. Korban Diduga Tidak Bisa Berenang
Pelaksana KKN Unpari menjelaskan korban sempat ditolong rekannya dan diminta berpegangan pada perahu yang terbalik.
Baca Juga:Setelah Balita Tewas, Banjir Muratara Kini Sisakan Warga Terisolasi dan Jembatan Putus
Namun ketika rekannya kembali membantu penumpang lain, korban sudah tidak terlihat dan diduga terlepas dari pegangannya. Ridwan juga menyampaikan informasi bahwa korban diduga tidak bisa berenang.
5. Warga Mengaku Sudah Mengingatkan
Ridwan mengungkapkan warga setempat sebelumnya telah mengingatkan para mahasiswa agar tidak bermain atau beraktivitas di Sungai Rawas sebelum kejadian.
Pascamusibah tersebut, pihak kampus masih menunggu keputusan pimpinan terkait kelanjutan program KKN yang saat ini telah berjalan sekitar 29 hari di empat kecamatan di Muratara.
Musibah ini kini menjadi perhatian aparat kepolisian yang masih menyelidiki rangkaian kejadian, sementara keluarga korban dan sivitas akademika Unpari berduka atas kehilangan salah satu mahasiswanya.