suara hijau

Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel

Masyarakat Musi di Sumatera Selatan memanfaatkan Jongot sebagai ruang hidup untuk menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air, serta tanaman obat.

Tasmalinda
Rabu, 10 Juni 2026 | 12:26 WIB
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel
Tanaman ara yang berusia ratusan tahun di jongot Tony di Timpirai Pali, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Masyarakat Musi di Sumatera Selatan memanfaatkan Jongot sebagai ruang hidup untuk menjaga ketahanan pangan, ketersediaan air, serta tanaman obat.
  • Praktik tradisional Jongot dilakukan dengan merawat keberagaman hayati di sekitar kawasan perairan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.
  • Keberadaan Jongot terancam karena generasi muda kurang memahami nilai sejarah dan fungsi ekologis yang diwariskan oleh para leluhur.

SuaraSumsel.id - Sebelum masyarakat mengenal istilah ketahanan pangan, konservasi lingkungan, atau perubahan iklim, orang-orang Musi di Sumatera Selatan telah memiliki cara sendiri untuk menjaga hubungan dengan alam.

Cara hidup itu dikenal dengan nama Jongot. Bagi sebagian orang, Jongot mungkin terdengar seperti nama sebuah hutan atau kebun tua. Namun bagi masyarakat Musi, maknanya jauh lebih dalam.

Jongot bukan sekadar tempat tumbuhnya pohon-pohon buah. Ia adalah ruang hidup yang menyimpan sumber pangan keluarga, menjaga ketersediaan air, menjadi tempat belajar tentang tanaman obat, sekaligus menyimpan ingatan tentang leluhur yang pernah membangun kehidupan di kawasan perairan Sumatera Selatan.

Kini, ketika bentang alam terus berubah dan semakin sedikit generasi muda mengenalnya, Jongot menghadapi tantangan yang tidak pernah dibayangkan para pendahulunya: kehilangan pewaris yang memahami maknanya.

Baca Juga:Film Jongot Merekam Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur

Berawal dari Kehidupan Lahan Basah

Untuk memahami Jongot, masyarakat harus terlebih dahulu memahami bagaimana orang Musi hidup pada masa lalu. Jauh sebelum jalan raya menghubungkan desa-desa, sungai merupakan urat nadi kehidupan.

Perahu menjadi alat transportasi utama. Pemukiman tumbuh di dekat sungai, rawa, dan sumber air.

Di sekitar kawasan itulah masyarakat menanam berbagai jenis pohon yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pohon buah ditanam untuk sumber pangan. Tanaman tertentu dipelihara untuk obat. Pohon besar dibiarkan tumbuh karena memiliki fungsi penting bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga:Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam

Dari waktu ke waktu, kawasan yang terus dirawat itu berkembang menjadi Jongot.

Menurut Ibrahim, salah satu pewaris Jongot di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hampir seluruh bagian tanaman di dalam Jongot memiliki manfaat. "Mulai dari buah, batang sampai akar semuanya bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Karena itu, Jongot tidak pernah dipandang sebagai sekadar lahan kosong. Ia merupakan bagian dari kehidupan keluarga.

Ketika Pangan Tumbuh di Halaman Sendiri

Di masa lalu, masyarakat tidak bergantung sepenuhnya pada pasar. Mereka memiliki Jongot. Saat musim buah tiba, keluarga dapat menikmati hasil dari pohon yang ditanam puluhan tahun sebelumnya.

Durian, petai, kemang, tempuarai, aren, bambangan, hingga berbagai buah lokal lain tumbuh berdampingan dalam satu kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak