- Komisaris Utama PT Pertamina, Mochamad Iriawan, mengapresiasi pengembangan Green Refinery dan biofuel di Kilang Plaju pada Jumat, 24 Juli 2026.
- Sumatera Selatan dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat energi hijau nasional berkat ketersediaan bahan baku minyak sawit atau CPO.
- Iriawan menekankan pentingnya menjaga keandalan operasional kilang serta memprioritaskan keselamatan kerja melalui penerapan budaya HSSE yang disiplin.
SuaraSumsel.id - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengapresiasi langkah strategis Kilang Plaju dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan Green Refinery dan produksi bahan bakar nabati.
Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan Management Walkthrough dan Site Visit ke Kilang Plaju, Jumat (24/7/2026). Menurut Iriawan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan energi hijau karena didukung ketersediaan bahan baku minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO).
Ia menilai langkah Kilang Plaju memperkuat produksi biofuel menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional, termasuk melalui penyaluran perdana Biosolar B50 yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.
"Kita harus bangga karena Indonesia sangat mampu berdaulat di atas kaki sendiri dalam hal energi. Pengolahan CPO menjadi BBM berkualitas tinggi di Kilang Plaju adalah wujud nyata kontribusi para Perwira dalam membawa bangsa menuju swasembada energi nasional," kata Iriawan.
Baca Juga:Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
Selain mengapresiasi transformasi menuju energi hijau, Iriawan juga menekankan pentingnya menjaga keandalan operasional kilang di tengah tantangan industri energi.
Ia meminta seluruh jajaran mempertahankan komitmen Zero Unplanned Shutdown, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat sinergi dengan regulator agar pasokan energi kepada masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, keberhasilan transformasi energi tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga keandalan operasi.
Keselamatan Kerja Tetap Jadi Prioritas
Dalam arahannya, Iriawan kembali mengingatkan pentingnya penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh aktivitas operasional.
Baca Juga:Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari
Ia menegaskan keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama perusahaan.
"Penerapan budaya HSSE yang disiplin adalah wujud komitmen kita bersama. Kebanggaan tertinggi perusahaan adalah melihat setiap Perwira dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah menjumpai keluarga dalam keadaan sehat dan selamat," ujarnya.
Kilang Plaju Siap Perkuat Transisi Energi
Menanggapi arahan tersebut, Executive General Manager Kilang Plaju Khabibullah Khanafie mengatakan kunjungan Komisaris Utama menjadi dorongan bagi seluruh pekerja untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat transformasi menuju kilang berbasis energi hijau.
Menurutnya, Kilang Plaju berkomitmen menjaga keseimbangan antara inovasi, efisiensi operasional, dan keselamatan kerja dalam mendukung ketahanan energi nasional.
"Kunjungan dan arahan dari Bapak Komisaris Utama memberikan motivasi bagi seluruh Perwira Kilang Plaju. Kami siap mengawal transformasi Kilang Plaju sebagai pelopor energi hijau," ujar Khabibullah.
Ia menambahkan prinsip Zero Unplanned Shutdown, efisiensi operasional, serta penerapan budaya HSSE akan terus menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi.