- Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju memantau pertumbuhan 21.000 bibit mangrove di Kabupaten Banyuasin sejak 2023 hingga pertengahan 2026.
- Mangrove berusia dua tahun tersebut mampu menyerap 57,8 ton CO2e serta melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.
- Program rehabilitasi ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak guna mendukung target Net Zero Emission dan meningkatkan kesejahteraan warga.
SuaraSumsel.id - Memperingati Hari Mangrove Sedunia, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir melalui program rehabilitasi dan pemantauan mangrove di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Sejak dimulai pada 2023, Kilang Plaju bersama RDMP Project Sumatera telah menanam 21.000 bibit mangrove yang terus dipantau pertumbuhannya secara berkala. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memastikan mangrove tumbuh optimal sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Berdasarkan estimasi, tegakan mangrove yang kini berusia sekitar dua tahun tersebut berpotensi menyimpan 15,75 ton karbon atau setara 57,8 ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Selain berperan sebagai penyerap karbon alami, mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan pelestarian mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Baca Juga:Komisaris Utama Pertamina Apresiasi Kesiapan Kilang Plaju Jadi Pelopor Green Refinery
"Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga memastikan setiap mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh melalui monitoring secara berkelanjutan. Kami ingin upaya ini mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam menjaga lingkungan maupun memperkuat kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan," ujar Siti.
Tak Sekadar Menanam Mangrove
Kilang Plaju menegaskan bahwa program rehabilitasi mangrove tidak hanya bertujuan memulihkan kawasan pesisir, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan desa.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah, RDMP Project Sumatera, dan masyarakat setempat, kawasan mangrove diarahkan menjadi ruang konservasi yang sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan, sehingga mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Menurut Siti, sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program konservasi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.
Baca Juga:Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
Dukung Target ESG dan SDGs
Program pelestarian mangrove ini juga merupakan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi bagian dari praktik bisnis berkelanjutan Pertamina.
Selain mendukung target Net Zero Emission 2060, program tersebut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), Tujuan 14 (Ekosistem Lautan), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan).
Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kawasan pesisir yang lebih tangguh, menjaga keseimbangan lingkungan, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.