Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar

Tergiur untung Rp750 ribu sehari, bisnis ayam milik seorang ibu rumah tangga di Palembang justru berujung kerugian hingga Rp1 miliar.

Tasmalinda
Minggu, 26 Juli 2026 | 19:15 WIB
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar
ilustrasi uang. Tergiur untung Rp750 Ribu sehari, sisnis ayam ibu rumah tangga di Palembang berujung rugi
Baca 10 detik
  • Seorang ibu rumah tangga di Palembang tergiur keuntungan bisnis ayam Rp750 ribu sehari.
  • Usaha ternak ayam yang dijalankannya tersebut justru berujung pada kerugian total hingga Rp1 miliar.
  • Kasus kerugian besar akibat bisnis ayam ini terjadi di wilayah Palembang belum lama ini.

SuaraSumsel.id - Keinginan mengembangkan usaha justru berujung petaka bagi seorang ibu rumah tangga (IRT) di Palembang. Setelah dijanjikan keuntungan hingga Rp750 ribu setiap hari dari bisnis ayam, korban akhirnya kehilangan uang lebih dari Rp1 miliar yang telah diinvestasikannya kepada pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat perlu diwaspadai, terutama ketika tidak disertai skema usaha yang transparan. Praktik investasi dengan imbal hasil tetap yang sangat tinggi merupakan salah satu pola yang kerap muncul dalam berbagai kasus dugaan penipuan.

Korban mengaku awalnya tertarik karena pelaku menawarkan kerja sama bisnis ayam dengan keuntungan tetap sebesar Rp750 ribu per hari. Tawaran tersebut terdengar meyakinkan sehingga korban secara bertahap menyerahkan dana hingga nilainya menembus lebih dari Rp1 miliar.

Pada awal kerja sama, korban disebut masih menerima pembayaran keuntungan sehingga kepercayaannya semakin kuat. Namun, setelah nilai investasi terus bertambah, pembayaran mulai tersendat hingga akhirnya berhenti sama sekali.

Baca Juga:Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh

Merasa ada yang tidak beres, korban berulang kali meminta kejelasan dan pengembalian dana yang telah diserahkan. Namun, uang tersebut tak kunjung kembali sehingga korban akhirnya memilih menempuh jalur hukum.

Janji Untung Besar Jadi Daya Tarik

Besarnya keuntungan yang dijanjikan menjadi alasan utama korban tetap menambah modal. Skema seperti ini kerap membuat korban percaya karena pembayaran keuntungan pada tahap awal menciptakan kesan bahwa usaha benar-benar berjalan. Ketika dana yang disetor semakin besar, pembayaran kemudian terhenti dan kerugian korban membengkak.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian aparat penegak hukum untuk mengungkap kronologi transaksi, hubungan antara korban dan terlapor, serta memastikan apakah terdapat korban lain dengan modus serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran bisnis dengan keuntungan tetap yang tinggi dalam waktu singkat.

Baca Juga:Kasus Apa yang Menjerat Wagub Babel Hellyana hingga Langsung Ditahan?

Sebelum menyerahkan dana dalam jumlah besar, masyarakat disarankan memastikan legalitas usaha, mekanisme bisnis, serta melakukan verifikasi terhadap pihak yang menawarkan kerja sama agar tidak menjadi korban penipuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak