- Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis di Sumatera Selatan menghentikan operasional sementara sejak awal Juni 2026.
- Penyebab utama penghentian adalah kendala pencairan dana operasional serta proses evaluasi standar operasional prosedur di lapangan.
- Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa program tetap berjalan dan gangguan hanya terjadi pada unit pelaksana tertentu.
SuaraSumsel.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah mendadak menjadi perbincangan di Sumatera Selatan. Penyebabnya, sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan menghentikan operasionalnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat, terutama para orang tua dan penerima manfaat: apakah program MBG sedang bermasalah?
Fakta di lapangan menunjukkan penghentian operasional terjadi di beberapa titik dengan alasan yang berbeda-beda. Ada dapur yang menyebut persoalan anggaran yang belum cair, ada pula yang dihentikan sementara karena evaluasi standar operasional. Namun satu hal yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap distribusi makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat.
Dapur MBG di Lubuklinggau Ikut Berhenti Sementara
Kabar berhentinya operasional sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan mulai menemukan titik terang. Koordinator Wilayah SPPG Kota Lubuklinggau, Desi, membenarkan bahwa beberapa dapur MBG memang tidak lagi beroperasi sejak 8 Juni 2026.
Baca Juga:MBG Bantu Penuhi Gizi Anak-Anak Nelayan dan Petani di Seberang Sungai Musi
Kondisi tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, mulai dari dugaan penghentian program hingga kekhawatiran terganggunya distribusi makanan bergizi bagi para penerima manfaat. Apalagi, Lubuklinggau selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup aktif menjalankan program MBG.
Namun menurut Desi, persoalan yang terjadi bukan karena program dihentikan, melainkan berkaitan dengan kendala pencairan dana operasional yang belum diterima pengelola dapur.
"Ya, soal itu lah, tidak operasional itu yang ada kendala dana memang belum cair saja," ujarnya saat dikonfirmasi awak media.
Anggaran Belum Cair Jadi Salah Satu Penyebab
Di Palembang, salah satu dapur MBG yakni SPPG Demang Lebar Daun 3 mengumumkan penghentian operasional sementara sejak 6 Juni 2026. Dalam pengumumannya, pengelola menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional dapur belum cair sehingga layanan terpaksa dihentikan sampai waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga:Pelibatan Masyarakat Jadi Kunci Jaminan Pasokan Bahan Baku Program MBG
Informasi tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keberlanjutan program MBG di berbagai daerah.
Bagi dapur MBG, kelancaran anggaran menjadi faktor vital karena setiap hari mereka harus menyediakan bahan baku, membayar tenaga kerja, serta memastikan distribusi makanan berjalan tepat waktu. Ketika terjadi keterlambatan pencairan dana, operasional dapur otomatis ikut terdampak.
Ada Pula yang Dihentikan Karena Evaluasi SOP
Di Palembang, terdapat dapur MBG yang dihentikan sementara karena dinilai belum memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, keamanan pangan, serta sistem distribusi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengelola program tidak hanya fokus pada jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga pada kualitas layanan yang diterima masyarakat.
Apakah Program MBG di Sumsel Dihentikan?