- Truk tangki BBM milik PT Cakra Indo Pratama meledak dan terbakar di Desa Durian Daun, Banyuasin, Selasa sore.
- Insiden ledakan tersebut mengakibatkan empat pekerja mengalami luka bakar serius dan segera dilarikan ke rumah sakit.
- Polres Banyuasin memasang garis polisi serta melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab ledakan dan legalitas operasional perusahaan.
SuaraSumsel.id - Suara ledakan keras menggegerkan warga Desa Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Selasa (28/4/2026) sore. Sumber dentuman itu ternyata berasal dari sebuah truk tangki pengangkut BBM non-subsidi yang tiba-tiba meledak lalu terbakar hebat.
Kobaran api yang membumbung tinggi membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Asap hitam pekat terlihat mengepul dari lokasi kejadian dan tampak dari kejauhan.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya memastikan pihaknya memberi perhatian serius terhadap kasus tersebut.
Baca Juga:Empat Nama Sudah Dikantongi Polisi, Namun Tersangka Belum Ditetapkan, Kasus Hindoli Mandek?
“Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi.
Truk tangki tersebut diketahui milik PT Cakra Indo Pratama (CIP). Ledakan diduga berasal dari tangki penampungan BBM yang kemudian memicu kebakaran besar di area sekitar.
Akibat kejadian tersebut, empat pekerja mengalami luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Keempat korban masing-masing berinisial AL (62), MR (26), AH (23) yang merupakan karyawan PT CIP, serta R, karyawan PT Keysya Jaya Energi.
Salah satu korban dilaporkan mengalami luka bakar cukup serius.
Baca Juga:Pelabuhan Tanjung Carat Ditarget 2028, Biaya Logistik Sumsel Berpotensi Turun Drastis
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian dari Unit II Satreskrim Polres Banyuasin langsung turun ke lokasi.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menegaskan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut. “Personel telah melakukan olah TKP dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami akan mendalami penyebab kejadian ini, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian,” katanya melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com.
Tak hanya soal ledakan, polisi juga menelusuri aspek legalitas operasional perusahaan. Mulai dari izin usaha hingga penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akan diperiksa.
Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah insiden ini murni kecelakaan kerja… atau ada unsur kelalaian yang berujung petaka?
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang membuat empat pekerja terluka dan menggemparkan warga Banyuasin.