- Seorang wanita bernama Yuniarti menjadi korban begal bersenjata api saat melintas di Jalan Basuki Rahmat, Kota Palembang.
- Pelaku merampas sepeda motor dan barang berharga milik korban yang menyebabkan kerugian materi mencapai Rp18 juta rupiah.
- Pihak Polsek Kemuning kini sedang menyelidiki kasus tersebut melalui rekaman CCTV guna mengungkap identitas dua pelaku pembegalan.
SuaraSumsel.id - Kekhawatiran warga terhadap aksi begal di Kota Palembang kembali mencuat. Saat sebagian besar warga masih terlelap, seorang perempuan yang baru pulang bekerja harus menghadapi pengalaman mencekam setelah dihadang dua pelaku yang diduga membawa senjata api dan merampas sepeda motornya.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning, kawasan yang masih menjadi jalur utama aktivitas warga pada dini hari. Korban, Yuniarti Ardillah (23), mengaku baru menyelesaikan pekerjaannya dan sedang dalam perjalanan pulang ketika dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor mendekatinya.
Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku disebut langsung mengeluarkan benda yang diduga senjata api dan mengancam korban untuk menyerahkan kendaraan yang dikendarainya. Dalam kondisi terancam dan sendirian di jalan yang relatif sepi, korban memilih tidak melakukan perlawanan. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy miliknya beserta sejumlah barang berharga yang tersimpan di dalam kendaraan tersebut.
Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya kemudian beredar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana pelaku dengan cepat menghentikan korban sebelum melarikan diri bersama kendaraan hasil rampasan.
Baca Juga:Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
Kasus yang dialami Yuniarti bukan sekadar cerita kriminal biasa. Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat bahwa ancaman begal masih menjadi persoalan nyata di sejumlah ruas jalan Kota Palembang, terutama pada jam-jam rawan ketika aktivitas warga belum ramai. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat kepolisian juga menangani sejumlah kasus serupa di wilayah berbeda, mulai dari kawasan 7 Ulu hingga jalur penghubung Palindra.
Bagi pekerja yang harus beraktivitas hingga malam atau dini hari, ancaman kejahatan jalanan menjadi kekhawatiran tersendiri. Banyak pekerja, karyawan toko, tenaga kesehatan, hingga pegawai sektor jasa yang setiap hari harus pulang ketika kondisi jalan belum ramai. Mereka menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi tindak kriminal karena sering melintas sendirian pada jam-jam sepi.
Dalam laporannya kepada polisi, Yuniarti mengaku mengalami kerugian sekitar Rp18 juta. Selain sepeda motor, dompet berisi uang tunai, STNK, dan sejumlah identitas pribadi juga ikut dibawa kabur pelaku. Korban berharap rekaman CCTV yang telah diamankan polisi dapat membantu mengungkap identitas pelaku dan mencegah kejadian serupa menimpa warga lain.
Kapolsek Kemuning AKP Iklil Alanuari membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan mendalami dugaan penggunaan senjata api dalam aksi tersebut.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan jalanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi kota besar seperti Palembang. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat yang berlangsung hampir 24 jam, rasa aman saat berangkat maupun pulang kerja menjadi kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga:7 Fakta Aksi Heroik Bocah Palembang Lawan Begal hingga Pelaku Lari Tunggang Langgang
Bagi warga, terutama perempuan yang harus beraktivitas hingga malam atau dini hari, kewaspadaan tetap menjadi langkah penting. Namun pada saat yang sama, masyarakat juga berharap kehadiran aparat dan pengawasan di titik-titik rawan dapat semakin diperkuat agar jalanan Palembang tidak kembali menjadi ruang yang menakutkan bagi mereka yang hanya ingin pulang ke rumah dengan selamat