Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?

Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan program Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu, 14 Juni 2026.

Tasmalinda
Minggu, 14 Juni 2026 | 16:13 WIB
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Wali Kota Ratu Dewa meresmikan Car Free Day Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/6/2026).
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan program Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera pada Minggu, 14 Juni 2026.
  • Wali Kota Ratu Dewa berharap program ini menjadi ruang publik untuk kesehatan, kebersamaan, serta pemberdayaan pelaku UMKM lokal.
  • Keberhasilan program bergantung pada konsistensi kegiatan jangka panjang agar tidak sekadar menjadi acara seremonial di masa awal peluncuran.

SuaraSumsel.id - Ribuan warga memadati kawasan Jembatan Ampera pada Minggu (14/6/2026) pagi saat Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan program Car Free Day (CFD). Namun di balik kemeriahan peluncuran tersebut, muncul satu pertanyaan yang lebih besar: mampukah Car Free Day Ampera bertahan dalam jangka panjang atau hanya menjadi kegiatan seremonial yang ramai di awal lalu perlahan ditinggalkan?

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Sejumlah kota di Indonesia pernah meluncurkan program serupa dengan antusiasme tinggi pada awal pelaksanaan. Namun tidak sedikit yang kemudian kehilangan daya tarik akibat minim aktivitas pendukung, kurangnya partisipasi masyarakat, hingga persoalan pengelolaan.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyadari bahwa peluncuran CFD bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, program tersebut merupakan hasil proses panjang yang telah melalui berbagai tahapan uji coba dan evaluasi.

"Momentum ini bukanlah perjalanan yang lahir dalam semalam. Kita semua mengetahui bahwa sebelum sampai pada hari ini, berbagai uji coba dan evaluasi telah dilakukan. Berbagai tantangan teknis, lalu lintas, keamanan hingga kenyamanan masyarakat telah kita hadapi bersama," kata Ratu Dewa.

Baca Juga:Launching CFD Ampera 14 Juni, Ini Jalan yang Ditutup dan Jalur Alternatif yang Disiapkan

Ia menegaskan keberhasilan berbagai uji coba tersebut menjadi dasar keyakinan bahwa Palembang siap memiliki ruang publik yang lebih sehat dan ramah bagi masyarakat.

Menurut Ratu Dewa, Car Free Day bukan sekadar penutupan jalan dari kendaraan bermotor setiap akhir pekan. Lebih dari itu, CFD diharapkan menjadi ruang hidup baru bagi masyarakat kota.

"Car Free Day bukan sekadar menutup jalan dari kendaraan. Car Free Day adalah membuka ruang bagi manusia. Membuka ruang untuk kesehatan, kebersamaan, tempat anak-anak bermain, pelaku UMKM untuk tumbuh, komunitas berkarya, dan warga untuk kembali merasakan bahwa kota ini adalah milik bersama," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena pengalaman sejumlah kota menunjukkan keberhasilan CFD tidak ditentukan oleh banyaknya pengunjung pada hari pertama, melainkan kemampuan menjaga konsistensi kegiatan dari minggu ke minggu.

Di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta, CFD bertahan karena berhasil berkembang menjadi ruang publik yang hidup. Warga tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga mengikuti aktivitas komunitas, pertunjukan seni, edukasi lingkungan, hingga mendukung pelaku UMKM lokal.

Baca Juga:CFD Perdana Hadir di Ampera 14 Juni, Mampukah Menjadi Ruang Publik Baru Warga Palembang?

Tantangan serupa kini berada di depan Palembang.

Kawasan Ampera memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak kota lain. Selain menjadi ikon paling dikenal di Sumatera Selatan, lokasi tersebut berada di jantung kota dan terhubung dengan berbagai destinasi wisata seperti Benteng Kuto Besak, Sungai Musi, kawasan 16 Ilir, hingga kampung-kampung bersejarah di sekitarnya.

Potensi itu dapat menjadikan CFD Ampera bukan sekadar agenda olahraga mingguan, melainkan magnet wisata perkotaan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ratu Dewa berharap peluncuran CFD menjadi awal lahirnya budaya baru di Palembang. "Hari ini bukan garis akhir. Hari ini adalah garis start. Start menuju Palembang yang lebih sehat, lebih tertib, lebih ramah lingkungan, dan lebih bahagia," tegasnya.

Optimisme tersebut kini akan diuji oleh waktu. Apakah warga tetap antusias enam bulan ke depan? Apakah komunitas-komunitas lokal mampu menghidupkan ruang publik baru tersebut? Dan apakah CFD Ampera benar-benar menjadi identitas baru Palembang seperti yang diharapkan?

Jawabannya akan terlihat bukan hari ini, melainkan pada Minggu-Minggu berikutnya ketika euforia peluncuran telah berakhir. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah Car Free Day bukan diukur dari ramainya hari pertama, tetapi dari kemampuannya menjadi bagian dari kehidupan warga kota dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak