Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miris! Ibu-Ibu Guru SMK 3 Kayu Agung Panjat Tembok Karena Akses Jalan Sekolah Bersengketa

Tasmalinda Kamis, 22 September 2022 | 14:00 WIB

Miris! Ibu-Ibu Guru SMK 3 Kayu Agung Panjat Tembok Karena Akses Jalan Sekolah Bersengketa
Ibu guru SMK Negeri 3 Kayu Agung lompat pagar karena akses jalan sekolah bersengketa

Ibu-ibu guru di SMK negeri 3 Kayu Agung Sumatera Selatan terpaksa panjat tembok sekolah karena akses jalan bersengketa.

SuaraSumsel.id - Sebuah video memperlihatkan ibu-ibu guru di SMK Negeri 3 Kayu Agung, Sumatera Selatan (Sumsel) cukup miris. Para ibu pengajar ini terpaksa panjat tembok sekolah demi menuju akses di luar sekolah. Usut punya usut ternyata akses sekolah tersebut bersengketa.

Video ibu-ibu panjat tembok sekolah viral di media sosial. Tampak ibu-ibu panjat tembok sekolah. Dengan menggunakan pakaian celana dan bagian tertutup, ibu-ibu tersebut nekat melompat pagar tembok dinding sekolah tersebut.

Bahkan dalam video tersebut sempat terdengar jika ibu-ibu tersebut minggat. Salah satu akun media sosial membagikan video ini @ogankomeringilir.info.

"Kiriman Lanjutan. Miris sampai guru be harus manjat pagar.

Baca Juga: Piala Dunia U-20 2023 di Palembang Diisyaratkan Bisa DItonton Langsung di Stadion

Sampai detik ini belum ada kepastian penyelesaian dari pemkab Ogan Komering Ilir, kapan Siswa SMK Negeri 3 Kayuagung bisa sekolah lagi dengan normal pasca sengketa lahan dengan keluarga H. Jalil.

Yang terbaru para warga sekolah harus melewati akses hutan yang cukup berliku sampai terserang tawon. Tetap kuat SMK 3 Kayuagung ku, keberhasilan tumbuh dari orang-orang yang berjuang dalam kesabaran.

Pemblokiran ini bermula daari sengketa lahan ini bermula adanya tuntutan hak atas lahan di kawasan hutan kota Kayu Agung. Pihak keluarga ahli waris H. Jalil bin Dirga Dekana meminta Pemerintah menyelesaikan sengketa di SMK 3 Kayuagung.

“Sudah beberapa hari dari pemblokiran jalan hutan kota sampai saat ini belum juga ada tanggapan atau kepastian dari pihak pemerintah,” ujar Husin selaku pihak keluarga ahli waris kepada awak media. Senin (1/8/2022)

Pada Kamis (28/7) Bupati OKI sudah mendatangi dan berjanji akan memanggil salah satu dari ahli waris. Pihaknya berharap ada kepastian dari Pemkab OKI terkait penyelesaian ganti rugi tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Kawasan di Palembang Ditetapkan Kampung Anti Narkoba Baru, Dinilai Rawan Penyalahgunaan

“Kami masih menunggu dalam waktu dekat ini sebelum kami menyegel SMK Negeri 3 Kayuagung ini,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait