facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dituntut 20 Tahun Penjara Atas Dua Kasus Korupsi, Mantan Gubernur Alex Noerdin: Jaksa Terlalu Kejam

Tasmalinda Kamis, 26 Mei 2022 | 09:40 WIB

Dituntut 20 Tahun Penjara Atas Dua Kasus Korupsi, Mantan Gubernur Alex Noerdin: Jaksa Terlalu Kejam
Terdakwa mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dituntut hukuman 20 tahun penjara. [ANTARA]

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dituntut penjara selama 20 tahun penjara atas dua kasus korupsi, yakni korupsi masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel.

SuaraSumsel.id - Terdakwa mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dituntut penjara selama 20 tahun penjara atas dua kasus korupsi, yakni korupsi PDPDE Sumsel dan dana hibah Masjid Sriwijaya.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada sidang yang berlanngsung Rabu (25/5/2022) malam.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Yoserizal, SH, MH, JPU, terdakwa Alex Noerdin secara sah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama.“Menyatakan pidana 20 tahun penjara kepada terdakwa Alex Noerdin dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” kata JPU.

JPU Kejaksaan Agung menjerat terdakwa Alex Noerdin dengan dua Pasal sekaligus, karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam dakwaan primer dan sub primer JPU Kejaksaan Agung RI.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca pada Hari Kenaikan Isa Almasih, 26 Mei 2022: Sumsel Berawan

Selain tuntutan selama 20 tahun, Alex Noerdin dengan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

JPU Kejaksaan Agung juga menuntut terdakwa dengan pidana tambahan berupa wajib membayar uang pengganti senilai 3,2 juta USD untuk perkara PDPDE, sedangkan untuk perkara Masjid Sriwijaya Rp4,8 miliar.

“Apabila terdakwa tidak sanggup mengganti, maka diganti dengan pidana tambahan berupa selama 10 tahun penjara,” kata JPU Kejaksaan Agung RI bacakn tuntutan seperti melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com

Usai membacakan tuntutan pidana, terdakwa Alex Noerdin yang dihadirkan melalui virtual di Pengadilan Tipikor Palembang mengaku sangat terkejut dengan tuntutan pidana maksimal terhadap dirinya.

“Saya tidak pernah menyangka, tuntutan maksimal dari jaksa terlalu kejam, namun saya serahkan nanti semua kepada tim penasihat hukum dalam pembelaan,” ungkap Alex.

Baca Juga: Laporan PHK Tak Kunjung Selesai, Puluhan Mantan Karyawan Hotel Sandjaja Palembang Demontrasi di Mapolda Sumsel

Hasil penerimaan penjualan gas yang sudah dikurangi dengan biaya operasional selama kurun waktu tersebut terdapat kerugiaan negara sebesar 30 juta US dollar. Kemudian, kerugian juga dihitung dari setoran modal yang seharusnya tidak dibayarkan PDPDE Sumsel.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait