facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menghidupkan Pelabuhan Tanjung Carat, Pemerintah Gandeng Swasta Luar Negeri

Tasmalinda Jum'at, 07 Januari 2022 | 06:10 WIB

Menghidupkan Pelabuhan Tanjung Carat, Pemerintah Gandeng Swasta Luar Negeri
Menteri Budi Karyana di Palembang [Suara.com/Welly JT]

Pemerintah berencana mengaet pihak swasta baik dalam atau luar negeri guna menghidupkan pelabuhan Tanjung Carat.

SuaraSumsel.id - Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan akan melibatkan pihak swasta baik dalam dan luar negeri.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

“Akan ada upaya kreatif finansial yang melibatkan swasta, baik di dalam dan luar negeri,” kata Budi setelah rapat dengan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Wali Kota Palembang Harnojoyo untuk membahas mengenai penggunaan transportasi massal dan proyek Pelabuhan Tanjung Carat di Griya Agung, Palembang, Kamis.

Proyek pelabuhan laut dalam itu sudah mendapatkan persetujuan masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Selain itu, pelabuhan samudera yang nantinya menjadi gerbang ekspor Sumsel itu dalam proses finalisasi penyediaan lahan.

Baca Juga: Bersama 6 Provinsi di Pulau Sumatera, Sumsel MoU Kerjasama antar Daerah

“Insya Allah dalam satu hingga dua bulan ke depan mendapatkan formula yang baik, ini untuk stimulus bagi Sumsel supaya jadi lebih baik,” kata Budi.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pemerintah sudah menuntaskan beragam persoalan prinsip untuk pembangunan pelabuhan laut internasional, seperti ketersediaan lahan, akses jalan, kedalaman laut hingga lokasi dermaga.

“Bisa konsorsium dari dalam negeri dan investor dari luar negeri. Ini akan dikaji,” kata dia.

Proyek Pelabuhan Tanjung Carat ini ditargetkan melakukan ground breaking pada akhir  2021, namun target itu tidak dapat tercapai karena persoalan lahan belum tuntas. Pelabuhan ini direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 1.330 hektare.

Selain itu, kehadiran pelabuhan ini juga untuk meringankan beban Pelabuhan Boom Baru yang dinilai sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan daerah.

Baca Juga: Palembang Diguyur Hujan Gerimis, Ini Prakiraan Cuaca Sumsel 6 Januari 2022

Pengangkutan komoditas Sumsel selama ini, hanya dilakukan melalui pelabuhan tersebut, mulai dari minyak sawit, karet, kelapa dan berbagai komoditas lainnya. Proses pengangkutannya kurang maksimal lantaran harus melalui Sungai Musi. Pelayaran kapal kerap terhambat lantaran adanya pendangkalan sungai.  (ANTARA)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait