- Ratusan nasabah mendatangi Bank Jambi Kuala Tungkal pada Minggu (22/2/2026) karena mendapati pengurangan saldo signifikan.
- Gangguan teknis sistem menyebabkan layanan digital dan ATM lumpuh, memicu dugaan pembobolan sistem di kalangan nasabah.
- Bank Jambi mengklarifikasi bahwa isu ini murni masalah teknis pemeliharaan dan memastikan dana nasabah akan dikembalikan penuh.
SuaraSumsel.id - Suasana di Kantor Bank Jambi Cabang Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mendadak ramai pada Minggu (22/2/2026). Ratusan nasabah mendatangi kantor bank setelah mendapati saldo tabungan mereka berkurang secara tiba-tiba.
Sebagian besar yang datang adalah aparatur sipil negara (ASN) yang baru menerima gaji. Mereka mengaku kaget karena saldo yang tertera di rekening berbeda dari jumlah seharusnya.
Berikut lima fakta terbaru yang terungkap:
1. Saldo Berkurang hingga Puluhan Juta Rupiah
Baca Juga:Promo Imlek Bank Sumsel Babel Masih Berlangsung, Diskon hingga 50 Persen Bisa Dinikmati
Sejumlah nasabah mengaku saldo mereka menyusut dalam jumlah signifikan. Ada yang menyebut selisih mencapai Rp20 juta hingga Rp24 juta tanpa melakukan transaksi penarikan.
Kondisi ini memicu kepanikan, terutama bagi nasabah yang membutuhkan dana untuk keperluan mendesak.
2. Layanan Digital dan ATM Sempat Lumpuh
Selain masalah saldo, nasabah juga melaporkan gangguan pada layanan digital. Aplikasi mobile banking sulit diakses, sementara beberapa mesin ATM dan cash recycling machine (CRM) tidak berfungsi normal.
Gangguan ini membuat nasabah tidak dapat segera memastikan kondisi dana mereka.
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Kasih Diskon Takjil 40 Persen, Ini 5 Langkah Mudah untuk Nikmatinya
3. Isu Sistem Dibobol Sempat Mencuat
Di tengah kepanikan, muncul dugaan bahwa sistem keamanan bank dibobol. Isu tersebut cepat menyebar di media sosial dan memperkeruh situasi di lapangan.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan adanya peretasan.
4. Bank Jambi Sebut Gangguan Bersifat Teknis
Manajemen Bank Jambi memberikan klarifikasi bahwa gangguan yang terjadi bersifat teknis dan merupakan bagian dari proses pemeliharaan (maintenance) sistem internal.
Pihak bank menegaskan tidak ada pembobolan sistem. Gangguan disebut berdampak pada tampilan saldo serta akses layanan digital.