Sayangnya, kisah pengusaha Akidi Tio yang menyumbangkan donasi dalam jumlah yang fantastik itu tidak pernah terwujud sampai di akhir tahun 2021. Kapolda Irjen Pol Eko Indra Heri pun saat donasi diprakirakan tidak terwujud pun sempat meminta maaf kepada publik dan masyarakat Sumsel, karena menimbulkan kegaduhan.
Kekinian, kepolisian pun mengungkapkan sudah menerima laporan atas hasil observasi anak perempuan Akidi Tio, Heriyanty.
"Kita telah menerima hasil observasi Heriyanty dari Rumah Sakit Ernaldi Bahar nanti akan kita tuangkan ke BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," kata Dirkrimum Polda Sumsel,Kombes Pol Hisar Siallagan, Kamis (30/12/2021)
Dikatakan Hisar, hasil observasi di dapat dari empat dokter yang memeriksa Heriyanty dan dan satu Psikolog. Pemeriksaan ini dilakukan sudah sejak September lalu.
Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan, Ini Prakiraan Cuaca 5 Daerah di Sumsel Bakal Hujan
"Tinggal penyidik mengaitkan kondisi kejiwaan Heriyanty tersebut dengan yang bersangkutan sebagai subjek hukum. Nanti kita akan minta pendapat ahli pidana. Apakah dengan kondisi kejiwaan seperti itu (hasil observasi) masih bisa dilanjutkan dengan proses hukumnya," ungkapnya.
![Anggota polwan mengawal Heriyanti (dua kanan) putri almarhum Akidi Tio dan suaminya, Rudi Sutadi (kiri) usai menjalani pemeriksaan terkait uang donasi di Mapolda Sumatera Selatan, Palembang, Senin (2/8/2021) [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/08/16193-akidi-tio.jpg)
2. Guru Ponpes di Ogan Ilir pelaku cabul, 29 Santri jadi korban
Oknum guru dan pengawas Pondok Pesantren AT di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan menjadi pelaku pencabulan. Sebanyak 29 santri menjadi korban pencabulan oleh oknum guru tersebut.
Pengembangan penyelidikan kasus pencabulan atau pedofil di pondok pesantren AT di kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan terus dilakukan polisi.
Sebelumnya, polisi menemukan 26 santri yang telah mengungkapkan kasus asusila tersebut namun jumlah korban terus bertambah.
Baca Juga:Hakim Tolak Usulan JS Mantan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman: Kurang Jujur Mengungkap Kasus
"Sekarang total korban ada 29 anak dan 11 diantaranya mengalami sodomi," kata Wakil Dirkrimum Polda Sumsel, AKBP Tulus Sinaga didampingi Kasubdit IV PPA, Kompol Masnoni, Kamis (30/9/2021).