Sumsel Lebih Dingin pada Pagi Hari Meski Kemarau, Ini Kata BMKG Fenomena Bediding

Fenomena Bediding lebih terkenal di Pulau Jawa, yakni merasakan udara pagi yang terasa lebih dingin. Sumatera Selatan juga merasakannya, ini kata BMKG.

Tasmalinda
Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:19 WIB
Sumsel Lebih Dingin pada Pagi Hari Meski Kemarau, Ini Kata BMKG Fenomena Bediding
Sumsel terasa lebih dingin pada pagi hari. Sumsel Lebih Dingin pada Pagi Hari Meski Kemarau, Ini Kata BMKG Soal Bediding
Aphelion Bumi. [Time and Date]
Aphelion Bumi. [Time and Date]

Fenomena ini cukup terasa pada bulan Juli di mana saat ini angin timuran atau monsun Australia yang kering mengalir melewati wilayah-wilayah selatan tersebut.

Pada bulan Juli juga merupakan puncak musim dingin Australia sehingga udara dingin mengintrusi masuk wilayah Jawa Bagian Selatan hingga Bali, NTT dan NTB.

"Dampaknya, meskipun kemarau di mana siang hari matahari bersinar terang tanpa hambatan awan, namun udara dingin dari aliran monsun Australia lebih dominan mempengaruhi penurunan suhu udara pada siang hari tersebut," ujarnya.

Posisi matahari pada aat ini berada pada titik jarak terjauh dari bumi atau dikenal Aphelion dalam siklus gerak revolusi bumi mengitari matahari.

Baca Juga:Jumat Besok, Sumsel Gelar Melangitkan Doa agar Pandemi Sirna

Hal itu tidak berpengaruh secara signifikan pada fenomena atmosfer dekat permukaan bumi.

REKOMENDASI

News

Terkini