alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Miliki Empat Produsen, Sumsel Terima Bantuan 1.200 Ton Oksigen Medis

Tasmalinda Senin, 12 Juli 2021 | 17:59 WIB

Miliki Empat Produsen, Sumsel Terima Bantuan 1.200 Ton Oksigen Medis
Tank berisi oksigen dalam penyerahan bantuan oksigen cair dari Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas untuk rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Halaman Polda Sumsel, Palembang, Senin (12/7/2021). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww) Miliki Empat Produsen, Sumsel Terima Bantuan 1.200 Ton Oksigen Medis

Sumatera Selatan memiliki empat produsen oksigen medis.

SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan ternyata memiliki empat perusahaan penghasil atau produsen oksigen medis. Pada hari ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerima 1.000 ton oksigen perbulan, guna penanganan pasien COVID 19

Senin (12/7/2021), bantuan diberikan oleh  PT OKI Pulp & Paper Mills, produsen bubur kertas milik APP Sinar Mas.

Dilansir dari Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, pemerintah provinsi mencatat adanya peningkatan kebutuhan oksigen hingga 300 persen hingga membuat stok di pasaran menipis.

"Berkat adanya sokongan ketersediaan oksigen ini, setidaknya situasi dan kondisi bisa terjaga dalam beberapa bulan ke depan. Pasokan oksigen ini sangat membantu, apalagi kebutuhan oksigen terus melonjak. Seiring meningkatnya kasus Covid-19 di Sumsel,” kata Gubernur Herman Deru

Baca Juga: Cek Bed IGD Pasien COVID 19 pada 12 Juli, Rumah Sakit di Sumsel Butuh Pasokan Oksigen

Dinas Kesehatan Sumsel menyatakan kebutuhan oksigen meningkat dua kali lipat.

"Kebutuhan oksigen sebelumnya, 12 hingga 15 ton per hari. Secara umum produksi oksigen di Sumsel cukup kebutuhan di dalam provinsi kita,” kata Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurainy.

Sumsel memiliki empat perusahaan produsen oksigen, yakni PT Ligasin, PT Samator, PT Pupuk Sriwidjaja, dan PT OKI Pulp.

"Kecenderungan naiknya permintaan oksigen di Sumsel sudah diakui PT Ligasin dan PT Samator dari beberapa rumah sakit di Sumsel. Pihaknya meminta kepada masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan agar dapat mencegah penularan lebih tinggi," ujarnya.

Baca Juga: Hewan Kurban di Sumsel Disarankan Disembelih di Rumah Potong Hewan

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait