- Ahmad Nasuhi, mantan terpidana kasus korupsi Masjid Raya Sriwijaya, kembali menjadi sorotan publik akibat keterlibatannya dalam kecelakaan maut.
- Kecelakaan beruntun melibatkan mobil Ahmad Nasuhi terjadi di kawasan Pasar Cinde, Palembang, pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Insiden lalu lintas tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia serta beberapa korban lainnya mengalami luka-luka cukup serius.
SuaraSumsel.id - Kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Pasar Cinde Palembang tidak hanya menyita perhatian karena menyebabkan dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Identitas pengemudi Toyota Fortuner yang terlibat dalam insiden tersebut membuat kasus ini berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas.
Pengemudi itu adalah Ahmad Nasuhi, mantan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah divonis delapan tahun penjara dalam kasus korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, salah satu perkara korupsi terbesar yang pernah mengguncang Sumatera Selatan.
Kini, namanya kembali menjadi sorotan. Bukan karena perkara korupsi, melainkan karena kecelakaan beruntun yang menewaskan dua orang di jantung Kota Palembang.
Namun di balik kecelakaan tersebut, muncul satu pertanyaan yang ramai diperbincangkan publik: bagaimana Ahmad Nasuhi bisa berada di luar penjara dan mengendarai mobil jika vonis delapan tahun terhadap dirinya baru dijatuhkan beberapa tahun lalu?
Kronologi Kecelakaan yang Menewaskan Dua Orang
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang Iptu Hermanto menjelaskan kecelakaan bermula ketika Toyota Fortuner BG 1857 UP yang dikemudikan Ahmad Nasuhi melaju dari arah Simpang Charitas menuju Jembatan Ampera.
Di kawasan Pasar Cinde, mobil tersebut terlebih dahulu menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai M Abi (22).
Benturan keras membuat korban dan kendaraannya terpental.
Namun kendaraan tidak berhenti.
Baca Juga: PK Alex Noerdin Ditolak MA, Dodi Reza Kembalikan Rp59,2 Miliar Kerugian Negara
Fortuner kemudian kembali menabrak sepeda motor lain yang ditumpangi pasangan suami istri Devi Yanto (40), Nariratih (34), serta anak mereka Abilyansyah Wijaya (4).
Mobil baru berhenti setelah menghantam sebuah angkot yang dikemudikan Ahmad Ridwan (54).
Akibat kecelakaan tersebut, Devi Yanto meninggal dunia karena mengalami luka berat dan pendarahan hebat.
Beberapa jam kemudian, sopir angkot Ahmad Ridwan juga meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
Sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan penanganan.
"Dua orang meninggal dunia dan tiga lainnya terluka parah akibat ditabrak mobil Fortuner dari belakang," kata Hermanto.
Tag
Berita Terkait
-
PK Alex Noerdin Ditolak MA, Dodi Reza Kembalikan Rp59,2 Miliar Kerugian Negara
-
PK Ditolak MA, Alex Noerdin Tetap Dipenjara 9 Tahun atas 2 Kasus Korupsi
-
Aset Dan Blokir 10 Rekening Dibuka, Alex Noerdin Divonis 9 Tahun Bui Atas Dua Kasus Korupsi
-
Vonis Mantan Gubernur Alex Noerdin Dipotong Jadi 9 Tahun, Banding Diterima Pengadilan Tinggi
-
Perkara Korupsi Masjid Raya Sriwijaya belum Ada yang Inkrah, 12 Terdakwa Ajukan Kasasi
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
-
5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap