- Ribuan warga yang tergabung dalam Liga Rakyat Bersatu mendatangi Kantor DPRD Musi Banyuasin pada Selasa, 8 September 2026.
- Massa menuntut pemerintah memberikan kepastian hukum dan solusi konkret bagi usaha penyulingan minyak tradisional yang telah menjadi mata pencaharian mereka selama puluhan tahun.
- Permasalahan ini muncul karena Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 dinilai belum mengakomodasi keberlangsungan kelompok penyuling minyak rakyat tersebut.
SuaraSumsel.id - Puluhan tahun menggantungkan hidup dari penyulingan minyak tradisional, ribuan warga Musi Banyuasin kini kembali turun ke jalan. Mereka mendatangi Kantor DPRD Muba dengan satu harapan: kepastian hukum agar mata pencaharian yang selama ini menghidupi keluarga mereka tidak hilang begitu saja.
Ribuan massa yang tergabung dalam Liga Rakyat Bersatu itu mendatangi DPRD Musi Banyuasin, Selasa (8/9/2026), untuk menyampaikan tuntutan terkait keberlangsungan usaha penyulingan minyak tradisional yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di sejumlah wilayah Muba.
Orator aksi, Redi Gustro, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian dan solusi konkret dari pemerintah terhadap nasib para pelaku penyulingan minyak rakyat.
“Hari ini masyarakat mendatangi pemerintah daerah. Sebelum ada hitam di atas putih, kita jangan pulang,” tegas Redi dalam orasinya.
Bagi para penyuling, persoalan yang mereka hadapi bukan sekadar tentang aktivitas usaha. Di balik tungku-tungku penyulingan minyak tradisional, ada keluarga yang selama puluhan tahun menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari pekerjaan tersebut.
Massa menilai pemerintah perlu memberikan jalan keluar bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan pendapatan dari sektor penyulingan minyak tradisional. Mereka berharap penertiban tidak menjadi satu-satunya jawaban tanpa disertai solusi terhadap sumber penghidupan warga.
Penyulingan Minyak Jadi Mata Pencaharian Puluhan Tahun
Aktivitas penyulingan minyak tradisional bukan persoalan baru di Musi Banyuasin. Kegiatan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu denyut ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
Karena itu, ketika aktivitas penyulingan menghadapi persoalan hukum dan penertiban, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha. Pekerja dan keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut juga ikut menghadapi ketidakpastian.
Baca Juga: Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri
“Jadi saya berharap kepada pemerintah daerah agar mencarikan solusinya. Kehadiran kami tidak lebih hanya menyangkut perut rakyat,” kata Redi.
Kalimat itu menggambarkan alasan mengapa isu penyulingan minyak rakyat kembali membawa ribuan warga mendatangi DPRD Muba.
Bagi massa, yang dipertaruhkan adalah keberlangsungan mata pencaharian masyarakat.
Mengapa Penyuling Minyak Muba Kembali Menuntut Kepastian?
Tuntutan mengenai legalitas penyulingan minyak rakyat sebenarnya telah bergulir sejak beberapa bulan terakhir.
Pada Juni 2026, Pemkab Muba menyatakan akan memperjuangkan kepastian hukum dan keberlangsungan usaha penyulingan minyak masyarakat. Pemerintah daerah juga membahas sejumlah alternatif kebijakan, termasuk kemungkinan mendorong revisi regulasi yang berkaitan dengan tata kelola minyak rakyat.
Namun, hingga kini masyarakat penyuling masih menuntut adanya kepastian yang lebih konkret.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri
-
Di Bawah Bayang-Bayang Pos Jaga 'SNIPER', Petani Sidomulyo Mempertahankan Tanah Garapan
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
Terkini
-
Hari Sumpah Pemuda, BRI Berikan Promo Khusus Belanja Hemat Pakai QRIS BRImo dan BRI Kartu Kredit
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor