- PTBA menangani 96 kejadian kebakaran hutan dan lahan dari 1 Januari hingga 31 Agustus 2026.
- Perusahaan mengerahkan fungsi Accident and Fire Management serta tim rescue di Sumatera Selatan dan Kalimantan.
- PTBA berkolaborasi dengan berbagai mitra, pemerintah, dan TNI/Polri untuk memadamkan kebakaran di area operasional.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mencatat telah menangani 96 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Penanganan dilakukan melalui penguatan kesiapsiagaan, respons cepat, serta kolaborasi dengan berbagai pihak di dalam maupun luar wilayah operasional perusahaan.
Dari total tersebut, sebanyak 77 kejadian Karhutla terjadi sepanjang Agustus 2026, terdiri atas 61 kejadian di area tambang dan 16 kejadian di area non-tambang.
Anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID ini mengerahkan fungsi Accident & Fire Management (A&FM) untuk mendukung pengendalian dan pemadaman Karhutla. Upaya tersebut dilakukan guna meminimalkan dampak kebakaran terhadap manusia, aset, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.
Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan sumber daya, kecepatan respons, serta koordinasi yang kuat agar setiap kejadian dapat segera dikendalikan.
“PTBA berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons dalam menghadapi Karhutla. Dengan dukungan tim rescue yang tersebar di Sumatera Selatan dan Kalimantan, serta sinergi dengan mitra kerja, MIND ID, pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat, kami berupaya memastikan setiap kejadian dapat direspons secara cepat dan terkoordinasi,” ujar Bambang, Selasa (8/9/2026).
Menurut Bambang, upaya tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keselamatan manusia, aset, dan lingkungan secara berkelanjutan.
Sinergi Pemadaman Karhutla di Area Tambang
Dalam penanganan Karhutla di area tambang, A&FM PTBA bersinergi dengan sejumlah mitra kerja, yakni PT PAMA, PT SBS, PT PPA, PT AMM, dan PT BAK.
Kolaborasi tersebut mencakup pengerahan personel, dukungan sarana dan prasarana, penyediaan peralatan pemadaman, hingga koordinasi operasional di lapangan.
Baca Juga: 5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
PTBA juga memperkuat pengamanan di area operasional dan wilayah Ring 1 melalui kesiapan tim rescue yang tersebar di sejumlah daerah. Tim tersebut berada di wilayah Sumatera Selatan dan Kalimantan dan dapat dikerahkan untuk mendukung penanganan Karhutla maupun kondisi darurat lainnya sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut memungkinkan PTBA memberikan dukungan penanganan keadaan darurat secara lebih luas melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat.
Kirim Personel Bantu Penanganan Karhutla di Kalimantan
Sebagai bagian dari sinergi dalam ekosistem MIND ID, PTBA juga memberikan dukungan penanganan Karhutla kepada PT BAI di Pontianak, Kalimantan Barat.
Dalam pelaksanaan dukungan tersebut, PTBA mengerahkan lima personel untuk membantu penanganan kebakaran di lokasi.
Bambang mengatakan penguatan kapasitas sumber daya dan kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan menghadapi potensi maupun kejadian Karhutla.
Berita Terkait
-
5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
-
TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
-
PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
-
Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan
-
Anak Tak Bisa Bermain di Luar karena Kabut Asap? Coba 10 Aktivitas Seru Ini
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
-
5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap