- Kebakaran hutan dan lahan seluas lebih dari 30 hektare di Kebun Raya Sriwijaya, Ogan Ilir, belum padam hingga hari kelima.
- Lahan gambut dengan kedalaman tiga hingga empat meter membuat proses pemadaman darat dan udara menjadi sangat sulit dilakukan.
- Tim gabungan mengerahkan helikopter water bombing serta personel darat untuk memadamkan api dan mendinginkan bara di dalam tanah.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, belum sepenuhnya padam hingga memasuki hari kelima.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 30 hektare. Kondisi lahan gambut dengan kedalaman sekitar tiga hingga empat meter membuat proses pemadaman berlangsung sulit dan membutuhkan penanganan dari darat maupun udara.
Untuk mempercepat pemadaman, tim gabungan mengerahkan helikopter water bombing. Operasi udara tersebut dilakukan untuk menjangkau titik api dan area yang sulit diakses petugas di darat.
Tim yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD, TNI, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.
Api Sulit Padam di Lahan Gambut
Kebakaran di Kebun Raya Sriwijaya menjadi tantangan karena terjadi di kawasan lahan gambut. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga dapat menjalar melalui lapisan tanah.
Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak cukup dilakukan dengan membasahi permukaan lahan. Petugas harus memastikan bara api di dalam tanah benar-benar padam agar tidak kembali muncul.
Meski pemadaman dari darat telah dilakukan sejak kebakaran terjadi, sejumlah titik masih mengeluarkan asap dan berpotensi menimbulkan api baru.
Karena itu, penanganan diperkuat dengan operasi udara menggunakan helikopter water bombing.
Baca Juga: TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
Lebih dari 30 Hektare Terbakar
Hingga hari kelima, luas lahan yang terbakar di kawasan Kebun Raya Sriwijaya diperkirakan telah mencapai lebih dari 30 hektare.
Kebakaran tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke area lain.
Petugas juga memantau titik-titik yang masih mengeluarkan asap setelah proses pembasahan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Selain BPBD dan Manggala Agni, personel TNI turut membantu proses pemadaman di lokasi. Pengerahan helikopter water bombing dilakukan untuk memperkuat pemadaman di kawasan yang sulit dijangkau tim darat.
Helikopter menjatuhkan air dari udara ke area terdampak untuk membasahi lahan dan mengurangi potensi penyebaran api.
Berita Terkait
-
TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen
-
Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen
-
Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
-
5 Hari Terbakar, Kebun Raya Sriwijaya Belum Padam dan Helikopter Dikerahkan
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap