- Pasar properti di Palembang mengalami kenaikan harga moderat antara 3 hingga 7 persen per tahun selama 2025 hingga 2026.
- Kenaikan nilai properti didorong oleh pembangunan infrastruktur LRT, akses transportasi strategis, serta kebutuhan hunian tetap bagi masyarakat lokal.
- Harga diprediksi terus meningkat hingga akhir 2026 sehingga pembeli perlu mempertimbangkan kesiapan finansial serta reputasi pengembang sebelum melakukan transaksi.
SuaraSumsel.id - Palembang sedang bergerak—perlahan tapi pasti. Di tengah geliat pembangunan dan perubahan pola hunian pascapandemi, satu pertanyaan terus muncul di benak banyak orang: apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli properti di Palembang, atau justru menunggu hingga harga lebih stabil?
Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Namun satu hal yang mulai terlihat jelas: arah pasar properti di Palembang menuju fase yang lebih matang, dan itu bisa menjadi peluang—atau jebakan—tergantung strategi Anda.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, harga properti di Palembang menunjukkan tren kenaikan moderat, berkisar antara 3–7 persen per tahun. Kenaikan ini tidak seagresif kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, tetapi justru itulah daya tariknya.
Kawasan seperti Ilir Barat I, Sukarami, dan Alang-Alang Lebar mulai menjadi magnet baru. Faktor utamanya bukan sekadar lokasi, tetapi akses—terutama kedekatan dengan jalan utama, fasilitas umum, hingga konektivitas transportasi.
Yang menarik, kenaikan harga tidak lagi hanya didorong oleh spekulasi, melainkan kebutuhan riil: pasangan muda, ASN, hingga pekerja sektor swasta yang mulai mencari hunian tetap.
Tidak bisa dimungkiri, pembangunan infrastruktur masih menjadi “mesin utama” penggerak harga properti.
Keberadaan LRT Palembang tetap menjadi faktor penting, terutama bagi kawasan yang berada di sekitar jalur atau stasiun. Akses cepat ke pusat kota membuat kawasan pinggiran kini terasa lebih “dekat”.
Selain itu, pengembangan kawasan komersial dan akses jalan baru di beberapa titik kota turut mendorong kenaikan nilai tanah secara signifikan.
Apakah Harga Akan Naik di Akhir 2026?
Baca Juga: 10 Jam Menari di Tepian Musi, Ribuan Penari Satapa Satukan Tradisi dan Zaman
Berdasarkan tren saat ini, harga properti di Palembang diprediksi masih akan naik hingga akhir 2026, meski dalam batas wajar.
Beberapa faktor yang mendukung kenaikan tersebut antara lain mengenai permintaan rumah tapak masih tinggi
Ketersediaan lahan strategis mulai terbatas, biaya konstruksi yang terus meningkat, dukungan pembiayaan perbankan yang relatif stabil
Namun, kenaikan ini cenderung tidak eksplosif. Artinya, pasar masih cukup “ramah” bagi pembeli, terutama mereka yang membeli untuk dihuni, bukan sekadar investasi jangka pendek.
Di sinilah banyak calon pembeli ragu.
Jika Anda membeli untuk hunian maka sekarang justru bisa menjadi waktu yang tepat. Harga masih relatif terjangkau, suku bunga belum melonjak tajam, dan pilihan masih cukup banyak.
Jika Anda membeli untuk investasi, maka perlu strategi lebih cermat. Pilih lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan, bukan sekadar harga murah. Dekat akses transportasi, fasilitas pendidikan, atau kawasan berkembang adalah kunci.
Tag
Berita Terkait
-
10 Jam Menari di Tepian Musi, Ribuan Penari Satapa Satukan Tradisi dan Zaman
-
6 Rekomendasi Perumahan Dekat Tol di Palembang, Cocok untuk yang Sering ke Lampung
-
82 Ribu Kilo Liter Solar Ilegal Disita di Sungai Musi, Ada Dugaan Jaringan Besar di Baliknya?
-
Di Kantor Pemerintah Saja Begini? Kendaraan di Setda Palembang Mati Pajak hingga 11 Tahun
-
Aksi Pria Curi CCTV di Jakabaring Berakhir Tragis, Wajah Babak Belur usai Terekam Kamera
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi
-
Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang