- Ditpolairud Polda Sumsel mengamankan dua kapal pengangkut 82 ribu kiloliter solar ilegal di perairan Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin.
- Petugas menyita kapal TB Mega Bakti 01 dan tongkang MT Bintang Abadi karena tidak memiliki dokumen resmi yang sah.
- Pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan jaringan terorganisir serta aktor besar di balik distribusi BBM ilegal tersebut.
SuaraSumsel.id - Pengungkapan kasus dugaan distribusi BBM ilegal di perairan Sungai Musi, Sumatera Selatan, menggegerkan publik.
Dua kapal tanker bermuatan sekitar 82 ribu kiloliter solar diamankan aparat kepolisian dalam operasi besar yang dilakukan di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin. Nilai muatan yang fantastis membuat publik bertanya-tanya: untuk siapa solar sebanyak itu disiapkan, dan siapa aktor besar di baliknya?
Kasus ini diungkap oleh jajaran Ditpolairud Polda Sumsel setelah melakukan patroli dan penyelidikan intensif di jalur perairan yang selama ini dikenal rawan aktivitas distribusi BBM ilegal.
Dua kapal yang diamankan yakni TB Mega Bakti 01 dan tongkang MT Bintang Abadi. Dari hasil pemeriksaan awal, kapal tersebut diduga mengangkut solar tanpa dokumen resmi yang sah.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar mengatakan, pengungkapan ini berawal dari patroli rutin petugas yang melihat aktivitas mencurigakan di perairan Sungai Musi.
“Anggota melihat adanya aktivitas kapal yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan muatan solar dalam jumlah besar yang diduga ilegal,” ujarnya.
Dari hasil pendalaman sementara, polisi menduga aktivitas ini bukan dilakukan oleh pemain kecil.
Jumlah muatan yang mencapai 82 ribu KL dianggap terlalu besar jika hanya melibatkan pelaku perorangan.
Apalagi, berdasarkan informasi yang berkembang, kapal tersebut diduga sudah beberapa kali melakukan transaksi serupa.
Baca Juga: Di Kantor Pemerintah Saja Begini? Kendaraan di Setda Palembang Mati Pajak hingga 11 Tahun
Bahkan muncul dugaan praktik distribusi BBM ilegal ini telah berlangsung cukup lama dan melibatkan jaringan terorganisir.
“Masih kami dalami. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” tambahnya.
Selain mengamankan kapal dan muatan solar, polisi juga mengamankan sejumlah awak kapal untuk dimintai keterangan.
Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri asal-usul BBM tersebut, tujuan pengiriman, hingga kemungkinan adanya pemodal besar di balik operasi ini.
Kasus ini langsung menyita perhatian masyarakat Sumatera Selatan.
Pasalnya, di tengah kebutuhan BBM yang tinggi dan pengawasan distribusi yang ketat, masih ada dugaan praktik penyelewengan dalam skala besar di jalur perairan.
Tag
Berita Terkait
-
Di Kantor Pemerintah Saja Begini? Kendaraan di Setda Palembang Mati Pajak hingga 11 Tahun
-
Aksi Pria Curi CCTV di Jakabaring Berakhir Tragis, Wajah Babak Belur usai Terekam Kamera
-
8 Cara Bikin Rumah di Palembang Tetap Sejuk Meski Cuaca Lagi Panas-Panasnya
-
Denda Buang Sampah Rp500 Ribu di Palembang Mulai Diberlakukan Mei, Mampukah Bikin Warga Kapok?
-
Banjir Berulang di Palembang, Benarkah 114 Anak Sungai Tak Lagi Mampu Menampung Air?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK