- Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat mengungkapkan banyak depot air minum isi ulang belum melakukan pengujian kualitas air secara berkala.
- Kepala Bidang SDK Dinkes Bangka Barat, Muria, menyampaikan rendahnya kepatuhan pemeriksaan itu dalam audiensi bersama BBPOM pada 27 Juli 2026.
- Kementerian Perdagangan secara nasional mendorong pelaku usaha depot air minum memenuhi standar higienitas dan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi.
SuaraSumsel.id - ir galon isi ulang menjadi pilihan banyak keluarga karena harganya lebih terjangkau dibandingkan air minum dalam kemasan. Namun, bagaimana jika kualitas air dari depot yang dikonsumsi setiap hari ternyata belum melalui pengujian kesehatan?
Pertanyaan itu mencuat setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat mengungkapkan masih terdapat depot air minum isi ulang yang belum menjalani pengujian kualitas air secara berkala. Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau lebih cermat dalam memilih depot air minum yang digunakan sehari-hari.
Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat menjelaskan bahwa pengujian kualitas air bertujuan memastikan air memenuhi standar kesehatan sebelum dikonsumsi masyarakat. Tanpa pemeriksaan rutin, kualitas air tidak dapat dipastikan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Menurut Dinkes, air minum dari depot pada dasarnya tidak otomatis berbahaya. Keamanannya bergantung pada beberapa faktor, mulai dari sumber air baku, kebersihan peralatan, proses penyaringan, hingga sanitasi selama pengisian galon. Jika seluruh proses memenuhi standar dan diuji secara berkala, air isi ulang dapat aman dikonsumsi. Sebaliknya, depot yang tidak menjaga standar higienitas berisiko menghasilkan air yang terkontaminasi mikroorganisme atau zat pencemar.
Dinas Kesehatan juga mengingatkan bahwa konsumsi air yang kualitasnya tidak memenuhi syarat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk pada organ ginjal, sehingga pengawasan terhadap depot air minum menjadi penting. Namun, peringatan tersebut bukan berarti setiap depot yang belum diuji pasti menghasilkan air yang membahayakan. Yang ditekankan adalah perlunya kepastian melalui uji laboratorium dan pengawasan rutin.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Bangka Barat, Muria, mengatakan kepatuhan pemilik depot air minum isi ulang terhadap pemeriksaan berkala masih tergolong rendah.
"Jadi walaupun sudah dapat izin dan sudah memenuhi syarat. Tapi kualitas airnya harus diperiksa ulang setiap tahun. Sayangnya, di Bangka Barat masih sangat sedikit yang patuh melakukan pemeriksaan," ujar Muria saat audiensi bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pangkalpinang yang berlangsung di OR I Setda Bangka Barat Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk memastikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman.
Di tingkat nasional, perhatian terhadap kualitas depot air minum isi ulang juga menguat. Kementerian Perdagangan baru-baru ini menyampaikan bahwa masih banyak depot air minum isi ulang di sejumlah daerah yang belum memenuhi standar higienitas maupun persyaratan administrasi, sehingga pelaku usaha didorong memenuhi sertifikat laik higiene sanitasi, menggunakan sumber air berizin, serta melakukan pemantauan berkala terhadap peralatan yang digunakan.
Baca Juga: Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
Bagi masyarakat, Dinas Kesehatan mengimbau agar tidak hanya mempertimbangkan harga saat memilih depot air minum, tetapi juga memastikan depot tersebut menjaga kebersihan peralatan, rutin mengganti filter, dan menjalani pemeriksaan kualitas air sesuai ketentuan. Dengan cara itu, risiko gangguan kesehatan akibat air minum yang tidak memenuhi standar dapat diminimalkan.
Berita Terkait
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
Bank Sumsel Babel dan Pemkab Bangka Barat Hadirkan Taman Komunitas di Kecamatan Kelapa
-
Pegawai Korban Salah Tangkap Tuntut Pertanggungjawaban, Dicurigai Bawa Narkoba
-
Skandal Oknum Guru, Pencabulan di Sekolah Dasar Bangka Barat Terungkap
-
Terbongkar! Motif Suami di Bangka Barat Bunuh Istri, Ternyata Cemburu Buta
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh