Tasmalinda
Kamis, 30 April 2026 | 15:39 WIB
ilustrasi membeli rumah subsidi di Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Pasar properti di Palembang mengalami kenaikan harga moderat antara 3 hingga 7 persen per tahun selama 2025 hingga 2026.
  • Kenaikan nilai properti didorong oleh pembangunan infrastruktur LRT, akses transportasi strategis, serta kebutuhan hunian tetap bagi masyarakat lokal.
  • Harga diprediksi terus meningkat hingga akhir 2026 sehingga pembeli perlu mempertimbangkan kesiapan finansial serta reputasi pengembang sebelum melakukan transaksi.

Risiko yang Harus Diperhatikan

Meski terlihat menjanjikan, pasar properti tetap memiliki risiko:

  1. Over-supply di beberapa kawasan baru
  2. Kenaikan suku bunga KPR di masa depan
  3. Proyek yang mangkrak atau tidak sesuai janji developer
    Karena itu, penting untuk tidak hanya tergiur harga, tetapi juga meneliti reputasi pengembang dan legalitas properti.

Palembang saat ini berada di fase menarik, yakni tidak terlalu mahal, tapi mulai naik. Ini adalah fase yang sering disebut sebagai “golden window” dalam investasi properti.

Jika menunggu terlalu lama, Anda mungkin akan menghadapi harga yang lebih tinggi. Namun jika terburu-buru tanpa perhitungan, risikonya juga tidak kecil.

Jadi, apakah sekarang waktu yang tepat? Jawabannya ialah ya, jika Anda siap secara finansial dan tahu apa yang Anda cari.

Load More