- Pembangunan Tol Trans Sumatera mempercepat akses perjalanan darat dari wilayah Palembang menuju Lampung bagi masyarakat.
- Enam kawasan strategis di selatan Palembang seperti Jakabaring dan Kertapati kini menjadi pilihan hunian populer.
- Memilih hunian dekat akses tol dapat meningkatkan efisiensi mobilitas perjalanan serta memberikan potensi investasi properti menjanjikan.
SuaraSumsel.id - Mobilitas tinggi membuat banyak orang kini mencari hunian strategis dekat akses jalan tol. Bagi warga Palembang yang sering bepergian ke Lampung untuk urusan kerja, bisnis, atau keluarga, memilih rumah di kawasan dekat ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bisa menghemat banyak waktu perjalanan.
Sejak ruas Tol Kayuagung–Palembang terkoneksi langsung dengan jaringan tol menuju Lampung melalui ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayuagung hingga Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, perjalanan darat kini menjadi lebih cepat dan efisien.
Tak heran, sejumlah kawasan hunian di sisi selatan Palembang makin diminati. Selain praktis untuk perjalanan luar kota, kawasan ini juga dinilai memiliki prospek investasi properti yang menjanjikan.
Berikut enam rekomendasi kawasan perumahan atau area hunian di Palembang yang strategis bagi kamu yang sering bolak-balik Palembang–Lampung:
1. Jakabaring
Kawasan Jakabaring menjadi salah satu favorit pencari rumah karena aksesnya relatif dekat menuju jalur tol arah Lampung melalui Gerbang Tol Keramasan.
Selain strategis, Jakabaring memiliki fasilitas lengkap seperti sekolah, rumah sakit, pusat olahraga, hingga pusat perbelanjaan. Kawasan ini cocok untuk keluarga muda maupun pekerja dengan mobilitas tinggi.
2. Kertapati
Kertapati dikenal sebagai kawasan lama yang memiliki akses cepat ke jalur utama menuju Gerbang Tol Keramasan.
Baca Juga: 7 Perumahan di Palembang 2026 dengan Promo DP 0 Persen, Kesempatan Punya Rumah Tanpa Uang Muka
Harga properti di kawasan ini juga cukup variatif, mulai dari rumah subsidi hingga hunian kelas menengah. Letaknya yang dekat jalur distribusi membuat kawasan ini banyak dilirik.
3. Kramasan
Nama Kramasan makin sering dilirik karena berada dekat simpang susun dan jalur tol utama ke arah selatan.
Kawasan ini cocok untuk pekerja dengan mobilitas tinggi maupun pebisnis yang membutuhkan akses cepat keluar kota.
4. Seberang Ulu I
Wilayah Seberang Ulu I cukup strategis karena terhubung cepat ke Jakabaring dan Kertapati.
Berita Terkait
-
7 Perumahan di Palembang 2026 dengan Promo DP 0 Persen, Kesempatan Punya Rumah Tanpa Uang Muka
-
Dari 4 Jam ke 1 Jam: Rahasia Konektivitas Baru Sumsel yang Bergantung pada Jembatan Musi V
-
Lengkap! Ini Peta Jalan Tol Trans-Sumatera di Sumsel 2025 & Daftar Gerbang Tolnya
-
Duduk Perkara Konglomerat Haji Halim Jelang Sidang, Benarkah Negara Sebenarnya Tak Dirugikan?
-
Uang 100 Juta di Palembang, Mending Beli Mobil Bekas atau Investasi Rumah?
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap