-
Fetri, ibu rumah tangga di Palembang, menggunakan aplikasi Tring! by Pegadaian untuk menabung dan berinvestasi emas secara mudah dari rumah.
-
Aplikasi Tring! menghadirkan layanan keuangan digital terpadu dengan fitur pembelian, cicilan, gadai, dan deposito emas dalam satu platform.
-
Pegadaian berkomitmen menjaga keamanan data serta aset nasabah melalui transformasi digital yang memudahkan dan memperluas akses layanan.
SuaraSumsel.id - Pagi baru saja merekah di Palembang. Aroma kopi hitam bercampur dengan suara anak-anak bersiap ke sekolah. Di tengah kesibukan kecil itu, Fetri (39), seorang ibu rumah tangga, menatap layar ponselnya. Hanya satu sentuhan jari, dan bunyi lembut terdengarTring!.
Sebuah penanda transaksi pembelian emas senilai lima puluh ribu rupiah baru saja berhasil.
“Sekarang semuanya lebih mudah,” ujarnya sambil tersenyum lega.
“Saya bisa beli, jual, atau cicil emas tanpa keluar rumah. Sekali klik, Tring! langsung jadi.,” sambungnya.
Bagi Fetri, bunyi kecil itu bukan sekadar notifikasi. Ia adalah simbol perubahan: perubahan cara berinvestasi, cara mengatur keuangan, bahkan cara memaknai rasa aman. “Bunyinya kecil, tapi artinya besar,” katanya. “Seolah hidup saya lebih teratur hanya karena sentuhan di layar ponsel.”
“Setiap bunyi kecil di layar itu bukan sekadar notifikasi. Bagi saya, itu suara harapan yang disimpan dengan aman,” ucapnya.
Di Palembang, emas lebih dari sekadar logam mulia. Ia adalah bagian dari kehidupan sosial, tradisi, dan rasa percaya diri masyarakat. “Dulu ibu saya selalu beli gelang kalau ada rezeki lebih,” kenang Fetri.
“Kalau ada kebutuhan mendadak, gelang itu digadai. Begitu terus turun-temurun,” ucapnya.
Kini, tradisi itu tetap hidup, tapi tampil dalam bentuk baru. Lewat aplikasi Tring! by Pegadaian, Fetri tetap menabung emas seperti dulu, namun kini lebih praktis dan teratur. Ia bisa membeli emas mulai dari Rp10.000, memantau harga secara real-time, bahkan mencetak emas fisik kapan saja. “Kalau mau dipegang, tinggal pesan. Pegadaian kirim. Jadi walau digital, tetap terasa nyata,” ujarnya.
Baca Juga: Selamat Tinggal Mal! 5 Bisnis di Lorong Sempit Palembang yang Omzetnya Gila-gilaan
Fetri bukan satu-satunya. Di berbagai sudut Palembang, banyak perempuan kini menggenggam masa depan mereka lewat aplikasi yang sama. Salah satunya Istri, pelaku UMKM di bidang kuliner. Di sela hiruk pikuk warungnya yang ramai pelanggan, ia kerap membuka Tring! untuk memantau tabungan emas dan mengatur modal usaha.
“Kalau dulu saya harus ke kantor Pegadaian buat tambah modal, sekarang cukup dari warung. Lima menit selesai,” ujarnya sambil tersenyum. “Semua tercatat, semua aman. Saya jadi bisa fokus jualan.”
Transformasi Pegadaian: Dari Loket ke Layar
Transformasi digital Pegadaian melalui Tring! menjadi langkah penting dalam perjalanan panjang lembaga keuangan ini. Pegadaian tidak lagi sekadar dikenal sebagai tempat gadai konvensional, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem finansial digital yang meng-EMAS-kan Indonesia.
Aplikasi Tring! dirancang untuk memberikan pengalaman bertransaksi yang nyaman, di mana seluruh kendali finansial kini berada di tangan nasabah. Keunggulannya terletak pada integrasi penuh seluruh layanan berbasis emas dan keuangan Pegadaian.
Dalam satu aplikasi, tersedia ekosistem emas lengkap, meliputi Tabungan Emas untuk investasi kecil, Cicil Emas Batangan, Cicil Tabungan Emas, hingga Gadai Tabungan Emas dan jual beli emas secara digital. Nasabah juga dapat memaksimalkan aset mereka melalui fitur Deposito Emas, serta menikmati layanan keuangan terpadu seperti pembiayaan, transfer tabungan emas, dan pembayaran digital untuk listrik, PDAM, BPJS, hingga telekomunikasi.
Tag
Berita Terkait
-
Selamat Tinggal Mal! 5 Bisnis di Lorong Sempit Palembang yang Omzetnya Gila-gilaan
-
Kasus Penipuan Rp1,8 Miliar? Transportir BBM Desak Polisi Pangkat Aipda Ditetapkan Tersangka
-
Harga Emas di Palembang Tembus Rp13 Juta per Suku, Warga Malah Ramai Memborong
-
Makam Dibongkar Tengah Hari, Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Wanita Hamil di Hotel
-
Licik! Terekam CCTV Gelagat Pembunuh Wanita Hamil: Sempat Tunjuk KTP, Lalu Ditarik Lagi!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung