- Seorang pemuda berinisial DDY menganiaya ibu kandungnya di Desa Pulau Harapan, Banyuasin, pada Sabtu (18/7/2026) sore.
- Tindakan kekerasan dipicu amarah pelaku setelah ditegur ibunya karena menolak memasakkan makanan bagi sang nenek di rumah.
- Polsek Pangkalan Balai telah mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum sesuai aturan tindak pidana penganiayaan dan KDRT.
SuaraSumsel.id - Perselisihan keluarga yang dipicu persoalan sepele berakhir menjadi kasus pidana di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Seorang pemuda berinisial DDY (21) diamankan polisi setelah diduga menganiaya ibu kandungnya sendiri, YF (44), hingga mengancam korban menggunakan sebilah parang.
Peristiwa itu terjadi di kediaman mereka di Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi menyebut aksi tersebut bermula ketika korban menegur anaknya yang tidak bersedia memasakkan makanan untuk neneknya.
Kapolsek Pangkalan Balai AKP Robby Monodinata mengatakan teguran yang disampaikan korban justru memicu emosi pelaku. "Aksi nekat pelaku berawal saat korban menegur tersangka karena tidak mau memasakkan makanan untuk neneknya. Lalu, teguran tersebut direspons pelaku dengan emosi tinggi," ujar AKP Robby Monodinata, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, pelaku kemudian mengamuk di dalam rumah dengan merusak sejumlah barang. Polisi mengungkapkan pelaku melempar batu conblock hingga menghancurkan kaca meja ruang tamu dan wadah kue di rumah.
Tak berhenti di situ, pelaku kemudian melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya. "Tersangka diduga menampar pipi kanan korban menggunakan tangan kiri sebanyak satu kali," kata AKP Robby.
Akibat tindakan tersebut, korban memilih menyelamatkan diri keluar rumah. Bukannya menyesali perbuatannya, pelaku justru mengambil sebilah parang dan mengejar korban yang berusaha melarikan diri.
Beruntung, aksi tersebut berhasil dihentikan warga sekitar sebelum menimbulkan akibat yang lebih fatal. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Pangkalan Balai karena merasa terancam dan mengalami trauma.
Mendapat laporan dari korban, Unit Reskrim Polsek Pangkalan Balai bergerak cepat mendatangi lokasi dan mengamankan DDY.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan dan mengamankan tersangka ke Mapolsek untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar AKP Robby Monodinata.
Saat ini pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
Atas dugaan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri, DDY dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan serta Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.
Berita Terkait
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Misteri Penembakan di Tambang Banyuasin, Operator Ekskavator Ditembak Saat Hendak Makan Malam
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung
-
Kronologi Menantu Bakar Rumah Mertua di Lubuklinggau, 11 Rumah Hangus
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung