- Seorang pemuda menerobos Mapolda Sumatera Selatan membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan meminta izin meminjam helikopter polisi.
- Hasil pemeriksaan awal menyatakan pelaku negatif narkoba serta tidak terindikasi terafiliasi dengan kelompok jaringan terorisme manapun.
- Polda Sumsel masih melakukan penyelidikan intensif melalui tes psikologi untuk mengetahui motif sebenarnya di balik aksi pemuda tersebut.
SuaraSumsel.id - Aksi seorang pemuda yang nekat menerobos masuk ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan sambil membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid sempat menggegerkan masyarakat. Beragam spekulasi pun bermunculan di media sosial, termasuk dugaan keterkaitan dengan jaringan tertentu.
Namun, Polda Sumsel memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi bahwa pemuda tersebut terafiliasi dengan jaringan terorisme.
Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sumsel Kombes Pol M. Zulkarnain mengatakan, penyidik telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pria tersebut setelah diamankan di Mapolda Sumsel.
"Hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan tidak terindikasi sebagai anggota jaringan terorisme," ujar Zulkarnain kepada wartawan.
Baca Juga:BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
Ia menjelaskan, polisi juga telah melakukan tes urine terhadap pemuda tersebut. Hasilnya menunjukkan yang bersangkutan negatif mengonsumsi narkotika maupun zat terlarang lainnya.
Meski demikian, penyelidikan belum dihentikan. Polisi masih mendalami motif di balik aksinya dengan melibatkan pemeriksaan psikologis serta penelusuran terhadap latar belakang yang bersangkutan.
"Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan psikologi untuk mengetahui kondisi kejiwaannya dan motif tindakan tersebut," katanya.
Minta Pinjam Helikopter
Peristiwa itu terjadi ketika pemuda tersebut datang ke Mapolda Sumsel sambil membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid. Saat berada di lingkungan Mapolda, ia sempat meminta izin kepada petugas untuk meminjam helikopter milik kepolisian.
Baca Juga:Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
Permintaan tersebut sontak membuat petugas meningkatkan kewaspadaan. Demi alasan keamanan, pemuda itu kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Meski aksinya sempat memicu perhatian publik, polisi memastikan situasi di Mapolda Sumsel tetap aman dan terkendali.
Polda Sumsel menegaskan pemeriksaan terhadap pemuda tersebut masih berlangsung. Penyidik berupaya memastikan apa yang sebenarnya melatarbelakangi aksinya, termasuk alasan membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid dan keinginannya meminjam helikopter.
Kepolisian mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Zulkarnain, setiap informasi yang berkembang akan disampaikan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan spekulasi.
Sementara itu, aparat juga terus mengedepankan pendekatan profesional dalam menangani kasus tersebut dengan mengumpulkan seluruh fakta sebelum menyimpulkan motif maupun latar belakang pelaku.