Cetak Sawah Besar-besaran di Sumsel, Tapi Ancaman Alih Fungsi Masih Mengintai

Pemerintah menargetkan pencetakan lahan sawah seluas 13.000 hektare di Sumatera Selatan guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Tasmalinda
Minggu, 05 Juli 2026 | 12:47 WIB
Cetak Sawah Besar-besaran di Sumsel, Tapi Ancaman Alih Fungsi Masih Mengintai
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan lahan yang telah dicetak menjadi sawah tidak boleh dialihkan
Baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pencetakan lahan sawah seluas 13.000 hektare di Sumatera Selatan guna mendukung program swasembada pangan nasional.
  • Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman melarang keras alih fungsi lahan sawah menjadi perkebunan sawit atau komoditas lainnya.
  • Keberhasilan program di Kabupaten OKI dan wilayah sekitarnya ditentukan oleh konsistensi petani dalam mempertahankan produksi tanaman padi.

SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah yang mendapat target terbesar dalam program cetak sawah nasional. Namun, di balik ambisi memperluas lahan tanam padi untuk mengejar swasembada pangan, pemerintah justru mengingatkan ancaman lain yang dinilai tak kalah serius, yakni alih fungsi lahan.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan lahan yang telah dicetak menjadi sawah tidak boleh dialihkan menjadi perkebunan sawit maupun komoditas lain. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dibuka, tetapi juga dari kemampuan mempertahankan fungsi lahan tersebut sebagai areal produksi padi.

"Saya tekankan kepada para petani, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan. Lahan yang sudah kita cetak jangan ditanam tanaman lain, tetapi tetap ditanam padi," kata Dudung saat meninjau program cetak sawah di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi dengan target cetak sawah terbesar di Indonesia, yakni sekitar 13.000 hektare. Dari jumlah itu, Kabupaten OKI memperoleh porsi sekitar 7.000 hektare, disusul Kabupaten Musi Banyuasin sekitar 2.700 hektare, dan Kabupaten Banyuasin sekitar 2.500 hektare.

Baca Juga:BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai

Menurut Dudung, program ini merupakan bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Karena itu, pemerintah tidak ingin lahan yang telah dibuka dengan biaya dan upaya besar justru berubah fungsi setelah selesai dikerjakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak