Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?

Pemerintah meluncurkan program Car Free Day di Jembatan Ampera, Palembang, pada Minggu, 14 Juni 2026, guna menyediakan ruang publik.

Tasmalinda
Minggu, 14 Juni 2026 | 22:55 WIB
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Wali Kota Ratu Dewa meresmikan Car Free Day Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (14/6/2026).
Baca 10 detik
  • Pemerintah meluncurkan program Car Free Day di Jembatan Ampera, Palembang, pada Minggu, 14 Juni 2026, guna menyediakan ruang publik.
  • Program ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi bagi pelaku UMKM, IKM, serta komunitas kreatif di wilayah kota Palembang.
  • Keberhasilan program tersebut bergantung pada konsistensi pengelolaan serta rasa memiliki masyarakat dalam menjaga fasilitas publik yang tersedia.

SuaraSumsel.id - Ribuan warga memadati Jembatan Ampera pada Minggu (14/6/2026) pagi. Ada yang berlari, bersepeda, membawa anak-anak, hingga berburu foto di atas ikon kebanggaan Kota Palembang tersebut. Namun di balik kemeriahan peluncuran Car Free Day (CFD), tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar: mampukah kawasan ini berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan menggerakkan ekonomi rakyat setiap pekan?

Pertanyaan itu mulai muncul karena banyak kota di Indonesia pernah memiliki Car Free Day yang ramai saat peluncuran, tetapi perlahan kehilangan daya tarik setelah beberapa bulan berjalan. Sebaliknya, ada pula yang berkembang menjadi magnet wisata dan pusat perputaran ekonomi baru bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berharap CFD Ampera masuk dalam kategori kedua.

Saat meresmikan CFD dalam rangkaian HUT ke-1343 Kota Palembang, Herman Deru menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar menyediakan ruang olahraga bagi masyarakat, melainkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, Industri Kecil Menengah (IKM), komunitas kreatif hingga generasi muda.

Baca Juga:Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi

“Tidak mudah untuk melaunching kegiatan ini. Pak Wali Kota selalu meng-update kondisi di lapangan. Kami terus mencari kesesuaian, apa manfaatnya dan apa mudaratnya. Ternyata progresnya selalu menunjukkan hasil yang baik,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, keberhasilan sebuah ruang publik tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung yang datang, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia berharap kawasan CFD Ampera nantinya menjadi ruang yang produktif bagi pelaku usaha kecil dan komunitas lokal.

“Tempat ini harus dimanfaatkan oleh UMKM, IKM, dan anak-anak muda untuk berkreasi. Di sini akan terjadi transaksi yang sehat terhadap produk-produk masyarakat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Setiap akhir pekan, ribuan warga berpotensi berkumpul di kawasan Jembatan Ampera. Jika dikelola secara konsisten, aktivitas tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi yang menguntungkan pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, komunitas kreatif hingga industri lokal.

Baca Juga:Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?

Palembang juga memiliki modal yang tidak dimiliki banyak kota lain. CFD digelar di atas Jembatan Ampera, salah satu landmark paling terkenal di Indonesia yang selama ini menjadi wajah Sumatera Selatan.

Posisinya yang berada di pusat kota membuat kawasan tersebut terhubung langsung dengan Benteng Kuto Besak, Sungai Musi, Pasar 16 Ilir hingga berbagai pusat aktivitas masyarakat lainnya.

Karena itu, sejumlah kalangan menilai CFD Ampera memiliki peluang berkembang menjadi destinasi akhir pekan baru yang tidak hanya menghadirkan ruang olahraga, tetapi juga ruang ekonomi dan interaksi sosial.

Herman Deru menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik yang ada.

“Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya rasa memiliki. Bukan lagi disebut aset pemerintah, tetapi aset kita bersama. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, masyarakat akan ikut menjaga fasilitas yang ada sehingga tingkat keamanan dan kenyamanan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa CFD bukan sekadar menutup jalan bagi kendaraan bermotor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak