Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?

Hujan deras pada awal April 2026 menyebabkan banjir kilat yang melumpuhkan lalu lintas di berbagai jalan protokol Palembang.

Tasmalinda
Senin, 06 April 2026 | 15:21 WIB
Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?
jalan pemukiman di Palembang tergenang banjir [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Hujan deras pada awal April 2026 menyebabkan banjir kilat yang melumpuhkan lalu lintas di berbagai jalan protokol Palembang.
  • Penyebab utama banjir meliputi sistem drainase tidak terintegrasi, perubahan tata ruang tak terkendali, serta keterbatasan infrastruktur pompa air.
  • Lemahnya pengawasan pembangunan gedung dan kebiasaan buruk masyarakat membuang sampah sembarangan memperparah kondisi genangan air di kota tersebut.

SuaraSumsel.id - Hujan belum genap satu jam, tapi jalan-jalan utama di Palembang sudah berubah seperti sungai dadakan.

Air menggenang cepat, kendaraan mogok di tengah jalan, dan kemacetan tak terhindarkan. Fenomena banjir ini kembali terjadi pada awal April 2026, mengulang pola lama yang seolah tak pernah benar-benar selesai.

Pertanyaannya kini bukan lagi “kenapa banjir terjadi?”, tapi: kenapa selalu terjadi secepat ini?

Dalam kejadian terbaru, hujan deras selama beberapa jam membuat banyak ruas jalan protokol tergenang hingga lebih dari 30 cm. Dampaknya langsung terasa, kendaraan mogok dan arus lalu lintas lumpuh total.

Baca Juga:Update Terbaru Banjir Bandang OKU Selatan: Longsor Hantam Permukiman, Puluhan Warga Terdampak

Yang paling mengkhawatirkan, genangan muncul bahkan sebelum hujan berlangsung lama.

Ini bukan sekadar banjir biasa. Ini banjir kilat perkotaan.

Pengamat Sumatera Selatan, Bagindo Togar, menilai banjir di Palembang adalah masalah klasik yang terus berulang tanpa solusi signifikan.

“Masalah banjir ini sebenarnya sederhana. Kalau drainase, tata ruang, dan kesadaran masyarakat dibenahi, dampaknya bisa besar,” ujarnya.

Ia menyoroti sistem drainase kota yang belum terintegrasi, ukuran saluran yang tidak standar, serta kondisi saluran yang kotor sebagai penyebab utama air lambat surut.

Baca Juga:Banjir Diskon Imlek 2026, 7 Promo 'Angpao' di Mall & Restoran Palembang yang Sayang Dilewatkan

Pakar hidrologi menilai menyebut akar masalah lebih dalam: perubahan tata ruang yang tidak terkendali.

Selain faktor manusia, Palembang juga menghadapi tantangan geografis. Saat hujan deras, drainase kota, kolam retensi, dan anak-anak sungai bisa meluap secara bersamaan.

Dalam kondisi tertentu, air bahkan sulit mengalir ke Sungai Musi, terutama saat permukaan air sungai sedang tinggi. Idealnya, diperlukan sistem pintu air dan pompa untuk mengendalikan aliran ini secara optimal.

Namun, infrastruktur tersebut belum sepenuhnya tersedia atau optimal.

Ketua DPRD Palembang, Ali Subri juga sempat menyoroti lemahnya pengawasan pembangunan sebagai faktor yang memperparah banjir.

Ia menyebut banyak pembangunan, terutama ruko dan kawasan komersial, tidak dikawal secara teknis oleh instansi terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak