Pengusaha kopi di Sumsel Sopyan mengungkapkan jika ia berpengalaman mengekspor kopi ke India sekitar tahun 2019. Jumlah besaran ekspor mencapai satu kontainer.
Pada awal pengiriman, kopi-kopi tersebut diterima pasar India. Sayangnya saat India meminta dengan jumlah lebih banyak, namun kualitas produksi kopi Sumsel belum memenuhi.
"Saat diminta kirim dua kontainer lagi, sayangnya kualitas kopi belum bisa sama atau seragam seperti pengiriman pertama. Ini yang kemudian menjadi pekerjaan saat ini, yakni bagaimana kopi Sumsel punya standar yang sama," ucapnya dalam kesempatan tersebut.
Disebutkan Sopyan yang merupakan mantan dosen Universitas Muhamadiyah Palembang, jika kopi Sumsel memiliki potensi yang besar untuk terkenal.
Baca Juga:Lebih Sekadar Membaca, Gerakan Baca di Tempat Umum Tingkatkan Literasi Sumsel
Seperti halnya beberapa kawasan di Sumsel seperti Desa Singapura, Segamit, sampai kawasan Semendo ialah kawasan dengan produksi kopi yang tidak kalah bersaing dengan kopi di pasar global.
"Kami berharap makin banyak pihak yang bisa mengenalkan kopi Sumsel lebih mendunia," imbuhnya.
Kadin Fokus Festival Kopi
Dalam kesempatan mengenalkan kopi Sumsel dalam lauching morning coffee yang digelar Kadin Sumsel, Minggu (13/5/2024), disampaikan Kadin Sumsel punya visi dan misi yang sama agar kemudian kopi Sumsel Mendunia.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengungkapkan pihaknya terus mendorong bagaimana produk unggulan daerah makin dikenal agar petaninya pun sejahtera.
Baca Juga:Pj Gubernur Agus Fatoni dan Kadin Promosikan Kopi Sumsel Mendunia
Kadin pun telah meyelenggarakan festival kopi yang mendapatkan dukungan dari sejumlah kepala daerah, sama sepertinya PJ Gubernur Sumsel Agus Fatoni yang mendorong kopi Sumsel mendunia.