Kredit Perbankan Sumsel Melonjak 10,54 Persen, Dunia Usaha Masih Percaya Diri

Pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan mencapai 10,54 persen secara tahunan, mencerminkan ekspansi dunia usaha yang tetap agresif.

Tasmalinda
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:40 WIB
Kredit Perbankan Sumsel Melonjak 10,54 Persen, Dunia Usaha Masih Percaya Diri
Kredit perbankan Sumsel melonjak 10,54 persen, dunia usaha masih percaya diri
Baca 10 detik
  • Pertumbuhan kredit perbankan di Sumatera Selatan mencapai 10,54 persen secara tahunan, mencerminkan ekspansi dunia usaha yang tetap agresif.
  • Ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,34 persen, didorong oleh sektor pertambangan, industri, perdagangan, dan pertanian.
  • Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Sumatera Selatan tumbuh positif di kisaran 5,00 hingga 5,80 persen sepanjang tahun 2026.

SuaraSumsel.id - Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik, tekanan nilai tukar rupiah, dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, dunia usaha di Sumatera Selatan justru menunjukkan sinyal yang berbeda. Aktivitas bisnis dan konsumsi masyarakat masih bergerak cukup agresif, tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan yang mencapai 10,54 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting yang digunakan Bank Indonesia untuk membaca kondisi ekonomi daerah. Sebab, ketika kredit tumbuh dua digit, biasanya menunjukkan pelaku usaha masih melakukan ekspansi, investasi tetap berjalan, dan masyarakat masih memiliki keyakinan terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan kinerja sektor keuangan Sumsel masih cukup kuat meskipun ekonomi dunia sedang menghadapi berbagai tantangan.

"Sumatera Selatan terus menunjukkan kinerja ekonomi yang positif. Ke depan, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi daerah berada pada kisaran 5,00 hingga 5,80 persen pada 2026," kata Bambang dalam forum BERSUA (Berjejaring dan Bersinergi untuk Akselerasi) yang digelar bersama BPS Sumsel.

Baca Juga:Ekonomi Sumsel Diproyeksi Tetap Tumbuh hingga 5,8 Persen Meski Dunia Bergejolak

Kredit Tumbuh, Dunia Usaha Belum Menginjak Rem

Bagi sebagian masyarakat, angka pertumbuhan kredit mungkin terdengar seperti data statistik biasa. Namun bagi ekonom dan pelaku pasar, angka tersebut sering menjadi "termometer" kesehatan ekonomi daerah.

Saat perusahaan optimistis terhadap prospek bisnisnya, mereka cenderung menambah modal kerja, membeli mesin baru, memperluas usaha, atau meningkatkan kapasitas produksi. Langkah-langkah itu umumnya membutuhkan pembiayaan dari perbankan.

Karena itu, pertumbuhan kredit sebesar 10,54 persen menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha di Sumsel masih melihat peluang pertumbuhan di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil.

Kondisi tersebut juga diperkuat oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 7,03 persen. Artinya, masyarakat masih aktif menabung dan sistem perbankan memiliki likuiditas yang cukup untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.

Baca Juga:Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel

Selama beberapa tahun terakhir, perekonomian Sumatera Selatan bertumpu pada sejumlah sektor utama seperti pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Sektor-sektor inilah yang menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi daerah.

Ketika permintaan terhadap komoditas masih terjaga dan aktivitas perdagangan terus bergerak, kebutuhan pembiayaan dari dunia usaha ikut meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang konsisten berada di atas pertumbuhan ekonomi daerah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 tumbuh 5,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Sumatera.

Sinyal Positif bagi UMKM?

Pertumbuhan kredit tidak hanya penting bagi perusahaan besar. Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatnya penyaluran kredit menunjukkan akses pembiayaan masih terbuka. Dalam banyak kasus, ketersediaan modal menjadi faktor utama yang menentukan apakah pelaku UMKM bisa berkembang atau justru stagnan.

Kredit yang tumbuh dua digit juga menjadi sinyal bahwa perbankan masih melihat prospek ekonomi daerah cukup menjanjikan sehingga tetap agresif menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak