facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ragam Kuliner Tersaji di Rumah Wong Palembang Saat Lebaran, Sejarawan Ungkap Alasannya

Tasmalinda Kamis, 05 Mei 2022 | 14:08 WIB

Ragam Kuliner Tersaji di Rumah Wong Palembang Saat Lebaran, Sejarawan Ungkap Alasannya
Ragam kuliner yang disajikan saat lebaran di rumah wong Palembang [ANTARA]

Merayakan lebaran atau Idul Fitri di rumah wong Palembang dikenal banyak makanan, sejarawan Palembang Yudhie Syarofie ungkap alasannya.

SuaraSumsel.id - Merayakan hari raya seperti Idul Fitri di Kota Palembang, Sumatera Selatan memang meriah. Selain wisata sungai, religi, sejarah dan budaya, Kota Palembang menawarkan banyak ragam kuliner.

Kuliner yang disajikan mulai dari makanan lauk hingga cemilan atau kudapan ringan. Namun baik lauk maupun cemilan ringan memang mayoritas olahan ikan. Sejarawan Palembang, Yudhie Sarofie mengungkapkan alasan mengapa berhari raya atau berlebaran di rumah wong Palembang bakal banyak pilihan makanan.

Wong Palembang atau Orang Palembang, dikatakan Yudhie, memang dikenal dengan ragam kuliner yang kreatif. Meski berbahan ikan, jenis makanan yang disajikan pun akhirnya beragam. Dari olahan berbahan dasar ikan saja, jenis makanan bisa tercipta mulai dari pempek, tekwan, dan jenis pempek pun akhirnya berbagai bentuk dan jenis.

Ini salah satu alasan mengapa di rumah wong Palembang, sajian makanan di meja makan pun bisa penuh. Dikatakan Yudhie, ketersediaan sumber bahan pangan di Palembang atau Sumsel itu mudah ditemui dan cukup berlimpah.

Baca Juga: Dapat Remisi Hari Raya Idul Fitri, 52 Napi di Sumsel Langsung Bebas

"Misalnya daging ikan. Itu daging ikan diolah apapun akan tetap jadi, di tangan wong Palembang. Dari pempek sampai otak-otak, baik direbus, digoreng, dibakar. Itu wong Palembang, pintar mengelolanya," kata Yudhie.

Meski diakui Yudhie, hal tersebut juga ditentukan oleh kemampuan si tuan rumah.

"Wong Palembang akan berusaha menyajikan pilihan makanan dan terbaik untuk tamunya. Meski di kelas ekonomi yang biasa pun, pasti ada yang dimasak atau disajikan untuk tamu yang datang," katanya kepada Suara.com belum lama ini. 

Diungkap Yudhie, ada budaya yang diyakini wong Palembang untuk menjamu tamu dengan yang terbaik. Folosofi ini sebagai ajaran Islam yang melekat pada kesultanan Darusallam Palembang.

"Ya, bisa juga, karena ingin memuliakan tamu yang datang," sambung Yudhie.

Baca Juga: Tiga Anggota Ditpolairud Polda Sumsel, Dibawa Kabur "Kapal Hantu" Penyeludupan Benih Lobster

Selain itu, dikatakan Yudhie, tradisi untuk memasak sendiri makanan memang sudah melekat di wong Palembang. Dengan semakin banyak anak-anak perempuan yang bisa memasak, akan menjadi kebanggan keluarga.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait