facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiga Anggota Ditpolairud Polda Sumsel, Dibawa Kabur "Kapal Hantu" Penyeludupan Benih Lobster

Tasmalinda Senin, 02 Mei 2022 | 12:41 WIB

Tiga Anggota Ditpolairud Polda Sumsel, Dibawa Kabur "Kapal Hantu" Penyeludupan Benih Lobster
Petugas Bea Cukai Palembang menunjukkan benih lobster yang diamankan dalam operasi penindakan pada 7 dan 12 Juni, Senin (14/6/2021) (ANTARA/Nova Wahyudi/21)

Tiga orang anggota Ditpolairud Polda Sumsel sempat dibawa kabur pelaku tindak pidana mengendarai "kapal hantu".

SuaraSumsel.id - Tiga orang anggota Ditpolairud Polda Sumatera Selatan (Sumsel) sempat dibawa kabur pelaku tindak pidana kasus dugaan penyelundupan benih lobster yang mengendarai "kapal hantu".

Disebut "kapal hantu" karena dilengkapi empat mesin berkekuatan total 800 PK sehingga bisa menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan tinggi hingga 100 kilometer/jam melintasi laut.

Direktur Ditpolairud Polda Sumsel Kombes Pol Widodo di Palembang, Minggu, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika tiga anggotanya, yakni Kapten Kapal Ditpolairud Polda Sumsel Bripka Nandi J Wasiso, Bripka Nandi, dan Bripka Romi melakukan operasi penyergapan pelaku tersebut di perairan Sri Menanti, Tanjung Sereh, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin pada Jumat (29/4) malam.

“Tiga anggota saya itu melompat ke 'kapal hantu' yang dikendarai pelaku untuk menangkap mereka, kemudian pengemudi tancap gas kencang mau membawa kabur anggota saya,” kata dia.

Baca Juga: Momen Idul Fitri 1443 Hijriah, Sumsel Bakal Hujan Sedang Hingga Lebat

Widodo menjelaskan ketiga anggotanya itu dikeroyok tujuh orang pelaku hingga mereka terduduk tidak berdaya ketika berada di dalam "kapal hantu" tersebut.

Para pelaku tersebut tidak mengindahkan tembakan peringatan yang dilepaskan anggotanya, namun justru salah satu pelaku mencoba menyerang menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Mendapatkan penyerangan itu Kapten Kapal Ditpolairud Polda Sumsel Bripka Nandi terpaksa memberikan tindakan tegas terukur menggunakan senjata api, hingga dua pelaku dilumpuhkan pada bagian perut dan lutut,” kata dia,

Bripka Nandi J Wasiso Bripka Nandi Wasiso, salah satu anggota Ditpolairud Polda Sumsel yang sempat dibawa kabur pelaku penyelundupan benih benur lobster menggunakan Kapal Hantu menceritakan ketika berada di atas kapal tersebut ia bersama dua rekannya dipukuli sembari dibawa kabur para pelaku hingga sekitar kurang dari satu kilometer dengan kecepatan 40mil/jam.

“Malam itu sangat minim cahaya hanya ada penerangan senter, saya jatuh bangun dipukul dan ditendang hingga paha saya memar. Saya berikan tembakan peringatan namun tetap tidak digubris pelaku, hingga akhirnya saya terpaksa menembak mengenai dua pelaku, lalu saya berhasil mengambil alih kemudi 'kapal hantu' itu,” katanya.

Baca Juga: Harga Daging Sapi di Sumsel Tembus Rp180.000 Per Kilogram, H-1 Lebaran

Setelah itu, lanjutnya, mereka berhasil menguasai kondisi dengan mengamankan enam dari tujuh orang pelaku tersebut kemudian membawanya ke Markas Komando (Mako) Polairud di Sei Lais, Kalidoni, Palembang, Jumat (29/4) dini hari.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait