![Petani Desa Peringgi Talang Nangka, OKI Sumsel kembangkan nyamplung [Suara.com/Tasmalinda]](https://media.suara.com/pictures/original/2021/12/28/65204-petani-desa-peringgi-talang-nangka-oki-sumsel-kembangkan-nyamplung-suaracomtasmalinda.jpg)
Tanaman Nyamplung menjadi salah satu tanaman sumber energi nabati yang dikembangkan di Sumatera Selatan, setelah tanaman Jarak.
Peneliti ahli utama Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Budi Leksono mengatakan nyamplung di Sumatera Selatan tengah diuji coba di lahan gambut. Selain memperbaiki kerusakan sekaligus mampu menjadi bahan bakar nabati selain tanaman sawit.
Potensi bahan bakar nabati Nyamplung sebenarnya berpotensi di seluruh Indonesia, terutama di lahan kritis. Kelebihan tanaman Nyamplung di antaranya produksi buah yang banyak, mampu berbuah sepanjang tahun, sekaligus rendemen minyak tinggi antara 30=74 persen sekaligus limbahnya bisa didaur ulang.
Dalam webinar daring yang diselenggarakan Mongabay Indonesia dan Yayasan Madani Berkelanjutan, belum lama ini, Nyamplung diceritakan sudah mampu menghasilkan minyak yang berkualitas serta pernah diuji coba pada kendaraan.
Baca Juga:Ditantang Maju di Pilgub Sumsel, Ketua Demokrat Cik Ujang: Harus Hitung Kalkulasi
“Di Sumsel ini, Nyamplung ditanam di lahan-lahan gambut yang pernah terbakar dan tentu mengalami degradasi, yang kemudian harus dipulihkan. Tanaman Jarak dan Nyamplung, sama-sama sumber energi nabati, namun Nyamplung lagi diuji coba ditanam di lahan gambut kritis, dengan tujuan manfaat lainnya,” tutupnya.
Ke depan, Unsri juga bisa bekerjasama dalam pengembangan produk turunan, saat produksi tanaman Nyamplung sudah bisa dipanen pada lahan gambut penelitiannya.
-----------------------------------------------------------------------
Liputan ini program Fellowship yang diselenggarakan oleh Yayasan Madani Berkelanjutan dan Mongabay Indonesia
Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan Sore Ini, Berikut Prakiraan Cuaca Sumsel 28 Desember 2021