Wacana Presiden Tiga Periode Wajib Ditolak, Bahaya bagi Jokowi

Wacana Presiden Joko Widodo agar menjabat selama tiga periode wajib ditolak. Hal ini dinilai akan membahayakan Jokowi sebagai negarawan

Tasmalinda
Selasa, 22 Juni 2021 | 15:11 WIB
Wacana Presiden Tiga Periode Wajib Ditolak, Bahaya bagi Jokowi
Potret transformasi Presiden Jokowi [Kolase Instagram] Wacana Presiden Tiga Periode Wajib Ditolak, Bahaya bagi Jokowi

SuaraSumsel.id - Pengamat Media Sosial, Denny Siregar berkomentar mengenai wacaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar tiga periode. Ide tersebut dinilai akan membahayakan Jokowi termasuk karya pembangunan selama ini.

Dalam akun Youtube Cokro TV, Denny mengungkapkan wacana presiden tiga periode wajib ditolak karena hal tersebut akan bahaya bagi Jokowi sendiri.

Sampai-sampai Jokowi mengungkapkan jika usulan tiga periode itu ada tiga makna yakni menampar dirinya, mencari muka serta menjerumuskan.

Bahkan Amien Rais terus menuduh telah ada orang yang mengatur agar bisa digelar sidang istimewa MPR.

Baca Juga:Datangi Mapolda Sumsel, Dokter Richard Pertanyakan Laporannya yang Mandek

Sampai Denny pun menjabarkan guna mengubah aturan masa jabatan Jokowi pun tidak mudah. Dalam sidang MPR, usulan mengubah masa jabatan hendaknya diusulkan oleh sepertiga anggota yakni sekitar 237 anggota. Setelah diusulkan oleh sepertiga atau 237 anggota MPR maka pembahasannya harus dihadiri oleh dua pertiga anggota MPR atau sekitar 477 anggota harus hadir di sidang tersebut.

Setelah 477 anggota harus hadir dalam pembahasan UU tersebut maka usulan tersebut pun harus diusulkan setidaknya 50 persen dari jumlah anggota yang hadir.

"Sehingga perlu banyak lobi-lobi yang harus dilakukan guna menghadirkan para anggota MPR tersebut," ujar ia dalam akun YouTubenya.

Meski wacana itupun akhirnya disetujui, kemungkinan SBY pun akan berpeluang maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres mendatang.

"Itu baru bertarung di Pilpres, belum tentu menang. Karena Pilpres, pemilihan kembali kepada rakyat," ujarnya.

Baca Juga:Video Detik-detik Kecelakaan Beruntun, Motor Terjepit Mobil dan Truk di Sumsel

Kemungkinan lainnya, pasangan yang melawan Jokowi ialah yang lebih berusia muda. Maka, isu politik oligarki, china dan PKI akan terus membayangi pemilihan tersebut.

Sedangkan pasukan lawan intoleran akan lebih militan melawan Jokowi karena selama ini pun tegas dilawan.

Denny Siregar di kanal YouTube Cokro TV
Denny Siregar di kanal YouTube Cokro TV

"Kemungkinan lainnya, pendukung Jokowi akan menarik diri dan sangan bisa jadi golongan putih atau golput," kata ia.

"Sehingga jika kelompok itu menang, maka demokrasi akan kembali terancam," sambung ia.

Dengan kata lain, saat Jokowi kalah maka nama Jokowi pun sudah rusak dan karya selama ini pun tidak akan berlanjut atau terselesaikan.

"Saya tahu ada orang - orang yang nyaman karena selama ini, mereka nyaman berbisnis dan membangun gurita bisnisnya, tidak ingin pemerintah berganti, namun jika Jokowi dipaksa ditampil kembali maka akan bahaya bagi Jokowi," terang ia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak