Penanggalan Jepang Ditemukan pada Struktur Batu Bungker di Pulau Kemaro

Penemuan baru ditemukan di bagian timur Pulau Kemaro.

Tasmalinda
Minggu, 04 April 2021 | 13:00 WIB
Penanggalan Jepang Ditemukan pada Struktur Batu Bungker di Pulau Kemaro
Stuktur bantuan yang diduga Bungker [Fitria/suara.com] Penanggalan Jepang Ditemukan pada Stuktur Batu Bungker di Pulau Kemaro

SuaraSumsel.id - Struktur bangunan diduga kuat sebuah bungker ditemukan saat digelar Heritage Walk Palembang jelajah timur Pulau Kemaro bersama Balai Arkeolog Sumsel, Sabtu (3/4/2021).

Dalam jelajah yang digagas Sahabat Cagar Budaya (SCB) Palembang ditemukan sebuah stuktur bangunan yang diduga sebuah bungker bertulis penanggalan Jepang.

Perjalanan menuju sisi timur Pulau Kemaro itu dimulai dengan melintasi Kampung Aer sebagai pemukiman warga dan bungalow yang  Pemerintah Kota Palembang.

Arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Sumsel, Retno Purwanti menyebutkan  bahwa batu tersebut diperkirakan untuk serangan udara pada zaman penjajahan Jepang dan bagian belakang struktur batu tersebut diduga sebuah bunker guna perlindungan.

Baca Juga:Bernostalgia, Kedai Teh di Palembang ini Hadirkan Suasana Tahun 90 an

“Terdapat batu yang diduga untuk penyerangan udara saat itu, seperti tempat menaruh meriam atau senapan yang terletak di pinggir sungai diarahkan muka sungai. Sedangkan bunker belakangnya sebagai tempat berlindung dan di sebelahnya terdapat dermaga sehingga infrastrukturnya lengkap di bunker Jepang ini,” terang ia, Sabtu (3/4/2021).

Stuktur batu yang ditemukan penanggalan Jepang [Fitria/Suara.com]
Stuktur batu yang ditemukan penanggalan Jepang [Fitria/Suara.com]

Namun hal tersebut baru dugaan sementara karena baru jelas terlihat dan belum dilakukan penelitian lebih lanjut.

Pada survei sebelumnya yang dilakukan tim arkeolog tempat ini masih dipenuhi dengan pohon-pohon dan tanaman, sehingga tidak ditemukan tulisan penanggalan Jepang tersebut.

Sejarawan Palembang Kemas Ari Panji yang menemukan tulisan 16/3/63 beranggapan jika stuktur bangunan tersebut bukan peninggalan Jepang.

“16 Maret 1963 kalau dikatakan bunker secara waktu ini rentangnya jauh sekali, Jepang kan 1945 itu jauh sehingga bisa disebutkan tidak ada hubungan sehingga saya pikir pernyataan itu terbantahkan,” ungkap ia.

Baca Juga:Pengamanan Gereja di Palembang Diperketat, TNI Siagakan Panser Anoa

Sehingga ia pun menyarankan jangan terburu-buru untuk mengambil kesimpulan karena banyak kemungkinan yang muncul sebelum dilakukannya penelitian khusus.

“Kalau bagi saya ini cor, ini memang beton karena strukturnya sudah memakai besi artinya sudah modern wajar kalau tahun 1963, memang zaman Belanda ada coran seperti ini tapi saya tidak melihat arah bahwa ini dibangun oleh Jepang, ” ungkapnya.

Dia lebih tertarik jika dikatakan batu ini sebagai tempat penyiksaan atau camp yang sesuai dengan catatan sejarahnya.
“Pada zaman G30PKI memang disebutkan bahwa ini tempat penyiksaan dan eksekusi dan hal ini menjadi lebih relevan, ada kesaksian orang tua yang masih hidup dan catatan sejarahnya,” ujar ia.

Kontributor: Fitria

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini