alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tes Urine Acak, Satu Bintara Polda Sumsel Terkonfirmasi Positif Narkoba

Tasmalinda Selasa, 23 Februari 2021 | 16:07 WIB

Tes Urine Acak, Satu Bintara Polda Sumsel Terkonfirmasi Positif Narkoba
Ilustrasi tes urine [25/5]. Anggota Polda Sumsel kedapatan positif narkoba saat tes urine acak.

Satu bintara Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan dinyatakan positif narkoba.

SuaraSumsel.id - Tes urine yang dilakukan Polda Sumatera Selatan secara acak, Senin (22/2/2021) ternyata berbuah manis. Dari ratusan personil yang dites, satu orang bintara dinyatakan positif narkoba.

Hasil tes ini pun dibenarkan oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri ketika dikonfirmasi, Selasa (22/2/2021).
Sayangnya, Kapolda hanya menjawab singkat.

Dibenarkannya ada anggota yang kedapatan tes urinenya positif. 

Namun, Kapolda Irjen Pol Eko membenarkan anggota yang kedapatan positif narkoba tersebut sedang diperiksa dan diproses disiplin tanpa menjelaskan terang jenis narkoba yang dikonsumsi anggotanya tersebut.

Baca Juga: Terbit Edaran Gubernur, Belajar Daring di Sumsel Bisa Diakhiri Februari Ini

"Bintara sedang diperiksa dan proses disiplin," kata Eko singkat.

Senin (22/2/2021) pagi, sebanyak 130 orang anggota Dit Samapta Polda Sumsel di tes urine secara acak. Proses acak dilakukan tanpa nomor urut dan kemungkinan tes akan dilakukan berulang pada satuan yang sama.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi memastikan tes dilakukan secara acak agar anggota tidak bisa lagi menghindar sekaligus akan dilakukan tes berulang.

Tes ini pun dilakukan setelah kasus Polsek Astanaanyar, terkait narkoba.

"Program bapak Kapolri berharap agar tidak ada lagi anggota terlibat narkoba, mengantisipasi keterlibatan dengan melakukan tes urine secara acak dan berulang," ucapnya kepada awak media, Senin.

Baca Juga: PT Bank Syariah Indonesia Kucurkan Sindikasi Pembiayaan Jalintim Sumsel

Jika berdasarkan hasil tes urine terdapat anggota yang positif narkoba maka pilihannya hanya dua opsi. Pertama, anggota terancam dipidanakan atau pilihan kedua diberhentikan dari kesatuan.

"Ini penegasan Bapak Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri, tadi pagi ya. Pilihannya hanya dua itu," ucap Supriyadi.

Reporter: Andika

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait