Kenangan Filuz Mursalin, Seniman Palembang Nan Sederhana Kaya Karya

Seniman Palembang, Filuz Musalin berpulang. Kenangan sahabat sekaligus seniman, Conie Sema menjadi catatan perjalanan karir Filuz Yakwa berkesenian.

Tasmalinda
Minggu, 14 Februari 2021 | 07:35 WIB
Kenangan Filuz Mursalin, Seniman Palembang Nan Sederhana Kaya Karya
Cover Album Filuz Mursalin [Youtube Official Filuz]

Akhirnya Conie dan Filuz bersama kawan lainnya antara lain Dimas Agoes Pelaz, Anwar Putra Bayu, Tarech Rasyid, sebagai penanggung jawab project, juga A'ang Arsyad dan Mas Igun Gunarso, serta T Wijaya dan Acun atau Syamsul Fajri berkenan memberikan syair-syair puisinya untuk dibuat lagu.

"Acun juga berkenan memberikan tempat di rumahnya selama proses penggarapan album tersebut," ujar ia.

Lalu kurang lebih dua bulan, Conie dan Filuz berhasil menuntaskan sekitar delapan lagu untuk album berjudul "Demokrasi" dengan grup diberi nama Palsta (Palembang Satation).

Namun karena persoalan non-teknis, album tersebut meski sudah kelar, tapi tidak jadi dipublish.

Baca Juga:Jelang Imlek, Harga Karet Sumsel Stabil Rp 19.000/kg

"Kemudian usai dari situ. Tahun 1995, saya pindah ke Lampung, karena mendapat pekerjaan menjadi koresponden RCTI. Setahun di Lampung, Filuz berangkat ke Lampung dengan menunjukkan beberapa lagu barunya yang syairnya berbahasa Palembang," kenang Conie.

Hampir dua bulan di Bandar Lampung, kedua akhirnya membuat satu lagu berbahasa Palembang, "Cup Mutung" yang kemudian berganti judul "Yakwa". Lagu ini ternyata menjadi populer dan masterpiece album "Palembang Gaul"nya Filuz. Hingga sekarang ini "Yakwa" identik dengan Filuz. Bahkan orang sering menyebutnya Filuz Yakwa.

"Setelah lama saya absen di kesenian, Filuz tetap berkarya. Dia beberapa kali membuat konser musik, kolaborasi dengan seniman di Palembang, Jakarta dan Yogyakarta. Beberapa album diproduksi. Terakhir ia menggarap project album religi yang sempat juga didukung sahabatnya, Opick Tombo Ati, Mas Edi Haryono, Mas DS Prihadi, dan kawan-kawan Bengkel Rendra yang akrab dengannya," ungkap ia.

.Tahun 2018-2020 Filuz juga tengah menyiapkan labum religi keduanya "Bersahaja Tanpa Prasangka". Beberapa lagunya sempat dikenalkannya ketika main ke studio Teater Potlot di kawasan Trikora, "Cukup Allah Bagiku" dan "Aku Merindukan Rosulullah". Lagu-lagu religinya bisa didengar di kanal Youtube-nya: Filuz Mursalin Official. 

Filuz adalah sosok seniman yang sangat terbuka, peduli dan tulus dalam pergaulannya dengan kawan pekerja seni. Ia bergaul dengan semua seniman.

Baca Juga:Sumsel Alokasikan Anggaran Rp 30 Miliar bagi Karhutla

Tidak hanya musik, juga sastra dan teater. Komunikasinya dengan para penggiat sastra dan teater cukup baik. Dia tidak segan menawarkan diri untuk membantu kawan-kawan yang tengah menyiapkan produksi.

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini