![dokumentasi AK Gani [dok sejarahwan Palembang]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/05/88425-dokumentasi-ak-gani-dok-sejarahwan-palembang.jpg)
Setelah Dewan Konstituante dibubarkan karena dianggap menemui jalan buntu membentuk Undang- Undang Dasar baru, dan keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Adnan kembali ke Palembang dan meneruskan praktek dokternya.
A.K Gani wafat di Rumah Sakit Charitas Palembang pada dinihari 23 Desember 1968 dalam usia genap 63 tahun.
Sebagai pejuang, dan pensiunan Mayor Jenderal, dan pemegang sejumlah bintang tanda jasa, di antaranya bintang gerilya, jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Siguntang, Palembang.
Sejak 1976, namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit Kasdam II/Sriwijaya: RS Dokter AK Gani dan Untuk mengenang jasa-jasanya, pada tanggal 9 November 2007 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Almarhum A.K. Gani berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK.
Baca Juga:Dikenal Karena Rumah Sakitnya, AK Gani Berperan Pada Perang Kemerdekaan
Selain itu namanya juga diabadikan sebagai nama ruas jalan beberapa kota di Indonesia, seperti Palembang, Jambi, Bengkulu, Prabumulih, Curup, Baturaja dan Muaraenim.
Untuk Lebih mengenal Dr. A.K. Gani, mungkin kita bisa mengunjungi museum pribadinya yang terletak di Jalan Mochtar Prabu (MP) Mangkunegara atau Jalan Raya Kenten, Kecamatan Sako, Palembang Sumatera Selatan.